Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung menertibkan dan membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
"Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini," kata Sutiyoso saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di lokasi penataan tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jaksel, Rabu (14/1/2026).
Advertisement
Pria yang karib disapa Bang Yos itu menjelaskan, monorel awalnya adalah bagian dari perencanaan besar sistem transportasi Jakarta yang mulai dirancang saat era kepemimpinannya pada 2003.
Saat itu, kata dia, Pemprov DKI menyusun jaringan transportasi makro ibu kota yang terdiri dari empat moda, yakni MRT, monorel, busway, dan waterway.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pergantian kebijakan, proyek monorel tidak berlanjut hingga akhirnya mangkrak dan berubah menjadi besi tua yang dinilai justru merusak estetika kota.
"Nah sejak itulah mangkrak total ini dari besi tua jadi barang seperti ini yang merusak estetika kota," ucap Sutiyoso.
Menurut Sutiyoso, dalam kondisi proyek yang telah mangkrak selama puluhan tahun, Pemprov DKI hanya memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan atau membongkar. Ia menilai, pembongkaran memang merupakan pilihan yang tidak ideal, tetapi harus dilakukan demi kepastian.
"Hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Nah itu saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono, tidak bisa melanjutkan ya dibongkar. Itu pilihan yang paling buruk tetapi harus kita lakukan itu," terang Sutiyoso.



