Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Rupiah Segera Menguat Dua Pekan Meski Dibayangi Sentimen Global

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat terhadap dolar AS dalam dua pekan ke depan di tengah fluktuasi pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di Jakarta pada Rabu 14 Januari 2026.

Purbaya meminta publik tidak panik menyikapi pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berfluktuasi.

Ia menegaskan, "Tidak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan," ungkapnya.

Purbaya menjelaskan saat ini pemerintah masih menunggu masukan dari Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menyebut secara paralel pemerintah terus memperbaiki kinerja perekonomian nasional untuk mencetak pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Purbaya optimistis pada tahun 2026 perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga enam persen.

Ia menyampaikan, "Fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan. Nggak ada alasan orang takut untuk mengkonversi ke rupiah. Asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah," ungkapnya.

Pergerakan Rupiah dan Respons Pasar

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta Rabu 14 Januari 2026, rupiah tercatat bergerak menguat.

  • Nilai tukar rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen.
  • Posisi rupiah berada di level Rp16.870 per dolar AS.
  • Sebelumnya, rupiah tercatat berada di posisi Rp16.877 per dolar AS.
Sentimen Global dan Proyeksi Ekonom

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan.

Potensi pelemahan tersebut dikaitkan dengan ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran.

Josua menyebut pengumuman tersebut meningkatkan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Ia menjelaskan China merupakan importir utama minyak Iran sehingga kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap pasar global.

Mengutip Anadolu, Trump mengumumkan tarif sebesar 25 persen terhadap seluruh negara yang masih berdagang dengan Iran.

Trump menegaskan kebijakan tarif tersebut bersifat final dan akan diberlakukan sesegera mungkin.

Artikel tersebut menyebutkan belum ada rincian lebih lanjut terkait mekanisme penerapan kebijakan tarif tersebut.

Josua memperkirakan rupiah pada hari itu akan diperdagangkan pada kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Sentimen lain yang memengaruhi pasar berasal dari rilis data inflasi headline Amerika Serikat pada Desember 2025.

Inflasi headline AS pada Desember 2025 tercatat stabil di level 2,7 persen year-on-year dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Inflasi inti AS tercatat tidak berubah di level 2,6 persen year-on-year.

Angka inflasi inti tersebut berada di bawah perkiraan pasar yang sebesar 2,7 persen year-on-year.

Sentimen berikutnya berasal dari data penjualan rumah baru AS pada Oktober 2025.

Penjualan rumah baru AS pada Oktober 2025 tercatat sebesar 737 ribu unit.

Angka tersebut turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 738 ribu unit.

Meski demikian, capaian 737 ribu unit dinilai melampaui ekspektasi pasar yang berada di level 715 ribu unit.

Josua menyimpulkan data tersebut menunjukkan permintaan konsumen di Amerika Serikat masih tetap tangguh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prediksi Chelsea vs Arsenal 15 Januari 2026: Mikel Arteta Siap Rombak Susunan Pemain?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Marinasi yang Benar Menurut Chef agar Masakan Tak Gosong
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Media Vietnam Ikut Soroti John Herdman jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia: Kesuksesan Butuh Proses
• 34 menit lalubola.com
thumb
Indonesia-AS Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Museum dan Film
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Divonis 6 Tahun Penjara, Eks Dirkom PGN: Ini Alarm bagi Insan BUMN
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.