SURABAYA (Realita)– Mengawali tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Dalam waktu hampir bersamaan, PLN UIT JBM berhasil mengatasi dua titik hotspot yang terdeteksi di Gardu Induk (GI) 150 kV Kalisari, Surabaya, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133 di wilayah Malang.
Fenomena hotspot merupakan kondisi kritis dalam sistem kelistrikan, di mana peralatan gardu induk maupun jaringan transmisi mengalami panas berlebih akibat aliran arus listrik yang tidak optimal. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan rugi daya (losses), mempercepat degradasi peralatan, hingga berpotensi mengganggu keandalan sistem transmisi secara keseluruhan.
Baca juga: PLN UIT JBM Kolaborasi BPBD Gresik Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana
Di Surabaya, tim PLN UIT JBM bergerak cepat menindaklanjuti hasil inspeksi dan pemantauan peralatan yang mengindikasikan adanya hotspot pada sambungan konduktor di GI 150 kV Kalisari. Sebanyak 15 personel PLN dikerahkan untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan hotspot sekaligus penggantian konduktor pada sisi Current Transformer (CT) menuju Disconnecting Switch (DS) Line bay Sukolilo 1. Pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan pada Senin, 12 Januari 2026.
Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan dengan prosedur kerja yang ketat dan pengawasan menyeluruh, serta mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai standar yang berlaku. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan peralatan kembali beroperasi normal tanpa mengganggu kontinuitas penyaluran tenaga listrik kepada masyarakat.
Baca juga: Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%
Sementara itu, di wilayah Malang, tim PLN UIT JBM juga melaksanakan perbaikan hotspot pada konduktor jumper SUTT 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133. Hotspot terdeteksi pada konduktor jumper fasa tengah arah tower besar, yang berpotensi memengaruhi stabilitas dan keandalan sistem transmisi jika tidak segera ditangani. Melalui pekerjaan pemeliharaan yang terencana dan terukur, potensi gangguan tersebut berhasil dieliminasi.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem transmisi, khususnya di awal tahun 2026.
“Keandalan sistem transmisi adalah fondasi utama bagi kontinuitas pasokan listrik. Setiap indikasi anomali, termasuk hotspot, harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Kami memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai standar operasional,” ujar Ika.
Baca juga: Refleksi Satu Dekade Pengabdian, PLN UIT JBM Peringati HUT ke-10 dengan Santunan Anak Yatim
Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan insan PLN tidak hanya bertujuan menjaga peralatan tetap andal, tetapi juga memastikan layanan kelistrikan kepada masyarakat Jawa Timur dan Bali tetap optimal.
“Ini adalah wujud komitmen PLN UIT JBM untuk terus hadir menjaga terang, mendukung aktivitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.
Dengan keberhasilan penanganan dua titik hotspot tersebut, PLN UIT JBM memastikan sistem transmisi tetap dalam kondisi prima, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mengedepankan keandalan, keselamatan, dan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Ty
Editor : Redaksi





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472435/original/066782700_1768366207-Sutiyoso.jpeg)