Senior PPDS Unsri Jangan Coba Pungli Junior, Bakal Ada Audit Finansial Dadakan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof. Taufiq Marwa mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kasus bullying atau perundungan terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Unsri.

Unsri tengah disorot karena kasus bullying yang dilakukan senior Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unsri kepada juniornya pada tahun 2025. Korban berinisial OA bahkan disebut nyaris bunuh diri karena tak kuat dirundung.

Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, FK Unsri bersama RSUP M. Hoesin menyusun langkah-langkah preventif dan sistemik.

Di antaranya dengan mewajibkan penandatanganan Pakta Integritas Anti-Perundungan bagi seluruh mahasiswa baru dan residen senior, yang memuat klausul sanksi pemberhentian atau drop out (DO) bagi pelaku kekerasan fisik, verbal, maupun eksploitasi finansial.

Jangan Coba Pungli

Selain itu, dibentuk Badan Anti-Perundungan di tingkat fakultas yang terhubung langsung dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Rektorat dan dilakukan audit finasial.

"Dilakukan audit finansial berkala dan mendadak oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk memastikan tidak adanya pungutan ilegal di luar UKT," kata Taufiq dalam keterangannya, Rabu (14/1).

Penataan ulang jadwal jaga juga harus sesuai standar keselamatan pasien dan kesehatan mental mahasiswa, serta penghapusan tradisi non-akademik di lingkungan pendidikan.

Universitas Sriwijaya juga telah menyusun rencana aksi yang akan disepakati bersama pihak RSUP M. Hoesin serta terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terkait tindak lanjut dan keberlanjutan status Program Studi PPDS Ilmu Kesehatan Mata ke depan.

Prof. Taufiq Marwa menegaskan, Unsri berkomitmen memastikan seluruh langkah perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, sesuai ketentuan yang berlaku, dan berorientasi pada mutu pendidikan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga iklim akademik yang sehat, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan ruang bagi institusi untuk menyelesaikan proses ini secara bertanggung jawab,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kala Prajurit TNI Bingung Ditanya Menhan Sjafrie: Pilih Pendidikan atau Tugas Operasi?
• 21 jam lalukompas.com
thumb
BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Simak Fakta Berikut
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Respons Pengamat Perkotaan Soal Pembongkaran Tiang Monorel yang Mangkrak Sejak 2011
• 39 menit lalukompas.tv
thumb
Golongan yang Dijauhkan dari Telaga Rasulullah
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.