Jakarta: Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang belakangan ini tengah ditunggu-tunggu sebagian besar masyarakat. Kendati demikian, pemerintah menegaskan program BLT Kesra sebesar Rp900 ribu di 2026 ini tidak akan dilanjutkan kembali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan program BLT Kesra hanya berlangsung hingga akhir tahun 2025 dan menjadi program yang teka berakhir.
Opsi bansos yang cair di 2026Kendati demikian, meskipun BLT Kesra telah berakhir, pemerintah memastikan masih terdapat beberapa program bantuan sosial yang tetap berjalan di sepanjang 2026, yakni:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan bersyarat untuk keluarga miskin.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Saldo elektronik senilai Rp600.000 per tahap (3 bulan).
- Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
- PBI JKN BPJS Kesehatan: Bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin.
Baca Juga :
Mau Pindah BPJS Mandiri ke PBI? Ini Syarat dan Cara Mudahnya(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengecek status penerimaan bansos masih dapat mengeceknya melalui panduan resmi berikut:
1. Website cek bansos Kemensos- Akses https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah sesuai KTP dan masukkan nama lengkap.
- Isi kode captcha dan klik "Cari Data".
- Sistem akan menampilkan status penerima dan jenis bansos yang aktif.
- Unduh aplikasi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store.
- Daftar akun, lengkapi data, dan lakukan verifikasi dengan mengunggah foto KTP serta swafoto.
- Setelah login, buka menu "Cek Bansos" dan masukkan data yang diminta untuk melihat status.
Dalam skema penyaluran ini, pemerintah juga akan memperketat validasi data peserta dengan menyasar masyarakat yang kurang mampu dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, program bantuan yang akan terlaksana di tahun 2026 ini akan difokuskan dalam pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (Shandayu Ardyan Nitona Putrahia Zebua)




