Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan proses pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dilakukan pada malam hari pukul 23.00-05.00 WIB.
"Untuk pembongkarannya, kita mulai jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00 WIB," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Transport Hub Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan pembongkaran tiang monorel tersebut dilakukan pada malam hari agar tidak menutup jalan dan tidak mengganggu aktivitas warga saat pagi hari.
Kendati demikian, pihaknya merencanakan pengalihan arus lalu lintas di jalur lambat sesuai dengan segmen yang dilakukan pembongkaran, yang akan ditutup secara bertahap.
"Kemudian, rencana pembongkarannya itu tadi saya sudah koordinasi dengan Kadis (Kepala Dinas) Bina Marga, bahwa pembongkarannya itu adalah satu tiang, satu malam. Jadi, otomatis yang kita lakukan penutupan itu tidak seluruh jalur lambat, tetapi secara bertahap, ya," ucap Syafrin.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang-tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi.
Anggaran pembongkaran tiang-tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.
Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.
Pembongkaran tiang-tiang tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan sekaligus memperindah kawasan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sehingga lebih nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Pram targetkan pembongkaran tiang monorel rampung pada September
Baca juga: Sutiyoso akui lega tiang monorel mangkrak akhirnya dibongkar
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said resmi dimulai
"Untuk pembongkarannya, kita mulai jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00 WIB," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Transport Hub Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan pembongkaran tiang monorel tersebut dilakukan pada malam hari agar tidak menutup jalan dan tidak mengganggu aktivitas warga saat pagi hari.
Kendati demikian, pihaknya merencanakan pengalihan arus lalu lintas di jalur lambat sesuai dengan segmen yang dilakukan pembongkaran, yang akan ditutup secara bertahap.
"Kemudian, rencana pembongkarannya itu tadi saya sudah koordinasi dengan Kadis (Kepala Dinas) Bina Marga, bahwa pembongkarannya itu adalah satu tiang, satu malam. Jadi, otomatis yang kita lakukan penutupan itu tidak seluruh jalur lambat, tetapi secara bertahap, ya," ucap Syafrin.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang-tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi.
Anggaran pembongkaran tiang-tiang tersebut diperkirakan sebesar Rp254 juta.
Selain pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI berencana melakukan penataan di kawasan tersebut, yang meliputi pembuatan taman, pedestrian, serta selokan. Penataan ini diprediksi menelan anggaran sebesar Rp102 miliar.
Pembongkaran tiang-tiang tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan sekaligus memperindah kawasan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sehingga lebih nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Pram targetkan pembongkaran tiang monorel rampung pada September
Baca juga: Sutiyoso akui lega tiang monorel mangkrak akhirnya dibongkar
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said resmi dimulai



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433099/original/004218300_1764834401-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-4_Desember_2025.jpg)

