Menlu Sugiono Sampaikan Dukacita untuk Korban Banjir Sumatera

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan dukacita kepada korban bencana Sumatera saat membuka pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri, Rabu (14/1/2026)

“Saya ingin memulai Pernyataan Pers Tahun 2026 ini dengan menyampaikan kembali dukacita kami yang mendalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dan beberapa tempat lainnya,” kata Sugiono.

Baca juga: Rapat Perdana Satgas Rehab-Rekon, Pemerintah Tancap Gas Pemulihan Pascabencana Sumatera

Atas nama pribadi dan Kementerian Luar Negeri, Sugiono berbelasungkawa kepada seluruh korban yang terdampak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor ini.

“Kami yakin upaya rekonstruksi dan rehabilitasi yang sedang berlangsung akan segera menunjukkan hasilnya dan menempatkan kembali saudara-saudara kita dalam situasi yang lebih baik,” ucap Sugiono.

Baca juga: INFOGRAFIK: Muncul Hoaks PBB Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Internasional

Lindungi rakyat dalam situasi apapun

Tidak lupa Sugiono turut memberikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang berada di garis depan dalam penanggulangan bencana Sumatera.

“Bencana ini menegaskan satu hal bahwa tugas negara adalah melindungi rakyatnya dalam situasi apa pun dan di mana pun. Dan dalam konteks ini, diplomasi Indonesia menemukan relevansinya yang paling besar dan paling mendasar,” tegas dia.

“Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu prinsip yang sederhana namun merupakan fondasi kebijakan luar negeri yang selalu kita pegang teguh, that foreign policy begins at home,” lanjut dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh karena itu, diplomasi harus berangkat dari kebutuhan rakyat dan kepentingan nasional.

“Diplomasi adalah sebuah instrumen negara untuk memastikan rakyat aman, sejahtera, dan terlindungi di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu,” pungkas Sugiono.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bawa Bukti Video dan Transaksi, Kuasa Hukum Korban Kripto Timothy Ronald Datangi Polda Metro
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BNPB: 1.189 Korban Meninggal Akibat Banjir & Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
AS Prioritaskan Diplomasi, Tapi Pertimbangkan Opsi Militer terhadap Iran di Tengah Ketegangan Nuklir
• 17 jam lalupantau.com
thumb
KPK duga ada aliran kasus korupsi kuota haji ke Ketua Bidang PBNU
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Taruna Nusantara Harus Mencetak Pemimpin yang Antikorupsi
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.