Washington: Dua senator bipartisan Amerika Serikat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) di hari Selasa untuk mencegah AS menduduki atau menyita wilayah milik negara sekutu NATO, menyusul pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakuisisi Greenland dengan alasan keamanan nasional.
RUU bertajuk NATO Unity Protection Act itu diajukan oleh Senator Partai Demokrat Jeanne Shaheen dan Senator Partai Republik Lisa Murkowski.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Januari 2026, aturan tersebut akan melarang penggunaan dana Pentagon atau Departemen Luar Negeri AS untuk melakukan blokade, pendudukan, aneksasi, operasi militer, atau bentuk lain dari upaya menguasai wilayah kedaulatan negara anggota NATO tanpa persetujuan negara yang bersangkutan.
“Setiap sugesti bahwa Amerika Serikat mungkin menggunakan kekuatannya untuk menyita atau mengendalikan wilayah sekutu NATO secara langsung akan merusak aliansi yang menjaga keamanan warga Amerika dan justru menguntungkan para musuh kami,” kata Shaheen dalam sebuah pernyataan.
“RUU ini mengirim pesan jelas bahwa retorika terbaru soal Greenland secara serius merusak kepentingan keamanan nasional Amerika sendiri dan menghadapi penolakan bipartisan di Kongres,” tambahnya.
Murkowski mengatakan gagasan bahwa “Amerika akan menggunakan sumber daya besarnya melawan sekutu sendiri sangat mengkhawatirkan dan harus sepenuhnya ditolak oleh Kongres melalui undang-undang.”
Trump pada Minggu menyatakan bahwa Amerika Serikat harus “mengakuisisi” Greenland guna mencegah pulau tersebut dikuasai oleh Rusia atau Tiongkok. Ia sebelumnya menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi AS, dan membandingkannya dengan “kesepakatan real estat besar.”
Greenland merupakan wilayah berpemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark, dan menarik minat AS karena letaknya yang strategis serta kekayaan sumber daya mineralnya.
Denmark dan Greenland telah menolak usulan penjualan wilayah tersebut serta menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Baca juga: Pernyataan Trump Picu Keresahan Besar di Greenland, Sebagian Warga Sulit Tidur



