MAKASSAR, FAJAR – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel ditunda. Pengurus mau anjangsana ke daerah.
MUSDA rencananya dilaksanakan pada pekan ketiga Januari 2026, namun kini urung dilaksanakan sesuai jadwal. Alasannya, pengurus DPD I akan lebih dahulu berkeliling ke 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Anjangsana untuk memastikan kondisi partai Golkar seperti apa di daerah, termasuk keinginan para pengurus DPD II. Apalagi, Golkar merupakan partai yang cukup kompleks, sehingga butuh konsolidasi lebih matang sebelum musda dilakukan.
“Musda belum. Jadi begini. Kita mau konsolidasi dulu, karena saya mau keliling-keliling dulu di 24 kabupaten/kota,” ujar Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said, kemarin.
Selaku ketua baru yang memegang kendali hingga musda, Muhidin mau tahu persis persoalan di daerah. “Sulsel ini sangat kompleks, luar biasa,” sambungnya.
Banyak kader Golkar yang memiliki peran penting di Sulsel. Mereka punya kemampuan dan kapasitas untuk memimpin partai. Itu sebabnya, dia ingin memastikan kondisi steril lebih dahulu, agar tidak terjadi gejolak pasca pelaksanaan musda.
“Peranan kader-kader kita ini cukup banyak dan rata-rata punya kemampuan yang sama untuk memimpin partai. Supaya nanti siapa pun yang kita sepakati antara keluarga besar Golkar Sulsel dengan ketum, itu yang harus kita amankan dan semua kader harus sepakat,” lanjut anggota DPR RI lima periode itu.
Muhidin juga sudah menyampaikan kepada Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia untuk segera menggelar musda. Akan tetapi, Bahlil menghendaki untuk dilakukan penyempurnaan lebih dahulu sebelum musda terlaksana.
“Kemarin saya lapor sama ketum di kantor DPP, rencana saya mau cepat gelar musda. Dia bilang, ‘jangan dulu, bang, sempurnakan dulu di sana, konsolidasi secara keseluruhan supaya kita tahu persis persoalannya’. Jadi kita mau sempurnakan dulu kepengurusan Plt, supaya kita bisa bentuk panitia,” jelasnya.
Mantan Ketua Golkar Sulsel M Roem secara personal berharap, pemimpin Golkar Sulsel nanti mau terbuka dan menjalin komunikasi dengan seluruh unsur kader di Sulsel.
“Itu saja. Tapi kan Pak Muhidin ini orangnya baik dan mau berkomunikasi,” ujar Roem yang juga eks Ketua DPRD Sulsel itu dilansir Rakyat Sulsel (grup FAJAR).
“Sisa Pak Muhidin membutuhkan komunikasi dari ketua umum. Kalau sudah ada itu, itu yang dikomunikasikan ke bawah. Kalau sudah ada itu, mantap mi itu,” pungkasnya.
(wid/zuk)




