Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menyebut valuasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) saat ini meningkat hingga mencapai Rp115 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menyebut Danantara melakukan transformasi secara menyeluruh pada BUMN-BUMN besar, terutama transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, Danantara juga memastikan agar rencana-rencana yang dibuat oleh BUMN-BUMN tersebut dapat berjalan.
“Contohnya yang kami lakukan ada di beberapa BUMN, tapi mungkin yang paling besar salah satunya mungkin di Garuda, di Telkom, di Krakatau Steel, yang itu responsnya sangat positif,” ujar Rosan, Rabu (14/1/2025).
Dia mencontohkan valuasi saham TLKM selama lima tahun ke belakang cenderung menurun, dan baru direspons positif selama enam bulan terakhir. Menurut Rosan, kenaikan saham TLKM bahkan mencapai hingga 81%.
Demikian juga dengan valuasi saham TLKM yang menurutnya meningkat sampai Rp112 triliun hingga Rp115 triliun.
“Itu juga berarti apa? Berarti transformasi yang kami lakukan, transformasi digital misalnya, ini kan perubahan ini terus terjadi,” ujar Rosan.
Baca Juga
- Bertemu Bos Danantara, Ini Profil Dirut Baru IBC Aditya Farhan Arif
- Danantara Kumpulkan Bos Antam dan IBC, Bahas Proyek Hilirisasi
- Presiden Prabowo Perintahkan Danantara Bersih-Bersih BUMN
Rosan juga menyebut Danantara juga terus mencermati masalah integritas. Menurutnya, Danantara mempunyai zero tolerance terhadap hal-hal yang merugikan seperti korupsi dan hal-hal negatif lainnya. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu bentuk transformasi.
“Tapi kami juga kasih apresiasi apabila mereka melakukan hal-hal positif, apalagi mereka melakukan ini dengan, dan berdampak positif juga kepada lingkungan kerjanya,” tuturnya.
Adapun melansir data RTI Infokom pukul 14.30 WIB, saham TLKM diperdagangkan stagnan pada level Rp3.620 per saham. Sepanjang satu bulan terakhir, saham TLKM telah menguat 1,40%.
Sementara itu, selama tiga bulan terakhir, saham TLKM naik 20,27%, dan sepanjang enam bulan terakhir meningkat 36,60%.
Level tertinggi saham TLKM selama lima tahun terakhir berada pada level Rp4.850 per saham. Di sisi lain, kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp358,6 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


