FAJAR, TORAJA– Pengerjaan beberapa proyek fisik di Toraja Utara mulai digenjot. Namun di beberapa titik, ada yang diduga dikerja asal-asalan.
Mulai proyek di Pasar Bolu Rantepao hingga pengerjaan irigasi di Batulelleng (BTL) Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulsel.
Khusus untuk pengerjaan irigasi di BTL , pantauan FAJAR Rabu 14 Januari 2026, drainase tersebut tidak ditata dengan baik.
Terbukti, di beberapa moment ketika hujan deras turun, aliran air di drainase tersebut susah mengalir seperti tersumbat.
Akibat pembuatan Saluran Drainase U-Ditch (Uditch adalah beton precast atau beton pracetak bertulang) tak ditata rapi.
Bahkan terlihat juga, penutup drainase tersebut diduga dikerja asal – asalan.
Namun, tidak semua pengerjaannya dilakukan secara keselurahan, hanya menyambung dengan drainse yang lama.
Yang lebih parahnya lagi, pengerjaan proyek tersebut tak mencantumkan papan informasi.
Salah Seorang Pemerhati Pemerintahan Toraja, Rasyid berharap pengerjaan proyek baik di Tana Toraja maupun di Toraja Utara dikerjakan sesuai dengan aturan dan spesifikasi.
“Tentu masyarakat biasa hanya bisa mengeluh sama tetangga atau di sosmed, kiranya Pemerintah dua kabupaten ini juga mengawasi pengerjaan proyek tersebut,” ucapnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengontrol pengerjaan proyek di Toraja, agar bisa betul – betul sesuai dengan SOP.
Kadis Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman – Lingkungan Hidup (Disperkimtan – LH) Toraja Utara, Robby Popang yang dikonfirmasi FAJAR belum memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. (*)





