Anak Muda Kerja Dulu Atau Langsung Buka Usaha? Ini Kata Jeff Bezos

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa kisah sukses terbesar perusahaan teknologi besar berasal dari mereka yang putus kuliah. Namun, mana sebenarnya yang lebih baik? Mencari pengalaman kerja terlebih dahulu atau langsung membuka usaha? 

Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook pada tahun 2004 dari kamar asramanya di Harvard University, dan kemudian putus kuliah. Bill Gates juga meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft bersama Paul Allen pada tahun 1975.

Namun Jeff Bezos, pendiri platform belanja online terbesar di dunia, Amazon, mengatakan bahwa Zuckerberg dan Gates adalah "pengecualian" dari anggapan bahwa semua perusahaan teknologi besar didirikan oleh mereka yang putus kuliah, dan bahwa gelar sarjana tidak lagi begitu penting saat ini.

Meskipun memungkinkan untuk berusia 18, 19, atau 20 tahun dan putus kuliah untuk menjadi pengusaha hebat, Bezos mengatakan para pemimpin teknologi ini adalah pengecualian.

“Saya selalu menyarankan kepada anak muda, bekerjalah dulu di perusahaan yang menerapkan praktik terbaik di suatu tempat, di mana Anda dapat mempelajari banyak hal mendasar, seperti cara merekrut dengan baik, cara melakukan wawancara, dan lainnya,” kata Bezos, dilansir Fortune, Rabu (14/1/2026). 

Menurutnya, ada banyak hal yang bisa dipelajari di perusahaan hebat yang akan membantu anak muda berkembang, dan masih akan ada banyak waktu untuk memulai perusahaan setelah menyerap ilmunya.

Baca Juga

  • Makin Kaya, Jeff Bezos, Larry Page, dan Sergey Brin Segera Masuk Klub US$300 Miliar
  • Sergey Brin Menjadi Orang Terkaya ke-3 di Dunia, Lampaui Jeff Bezos dan Larry Ellison
  • Jeff Bezos Ungkap Rahasia Utama Kesuksesan Amazon dan Nasihatnya untuk Pengusaha Muda

Bekerja di sebuah perusahaan, alih-alih langsung mencoba memulai perusahaan sendiri, “meningkatkan peluang Anda” untuk sukses, kata Bezos.

Bezos, yang sekarang menjadi orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan bersih US$252 miliar, mendirikan Amazon ketika berusia 30 tahun setelah sekitar satu dekade memiliki pengalaman kerja.  

Di sisi lain, baik Gates maupun Zuckerberg baru berusia 19 tahun ketika mereka meluncurkan Microsoft dan Facebook. Meskipun demikian, Zuckerberg adalah orang terkaya keenam di dunia dengan kekayaan bersih US$216 miliar, dan Gates adalah orang terkaya ke-18 dengan kekayaan bersih US$103 miliar.

Namun Bezos mengatakan bahwa “tambahan 10 tahun pengalaman justru meningkatkan peluang Amazon untuk sukses.” 

Dan dia membuktikan kesuksesannya. Saat ini Amazon memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$2,64 triliun.

Bezos tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi dia juga menyelesaikan kuliahnya. Dia lulus dengan predikat summa cum laude, alias penghargaan tertinggi dari Princeton University pada tahun 1986 dengan gelar sarjana teknik.

Dia juga terpilih menjadi anggota perkumpulan kehormatan Phi Beta Kappa dan Tau Beta Pi, dan juga menjabat sebagai presiden cabang Princeton dari Students for the Exploration and Development of Space. 

Fokus akademis tersebut kemudian membuahkan hasil pada tahun 2000 dengan perusahaan teknologi kedirgantaraan Bezos, Blue Origin, yang dia gambarkan sebagai “pekerjaan terpenting” yang dia lakukan. 

Blue Origin adalah perusahaan swasta, sehingga valuasinya tidak pernah diungkapkan, tetapi Bezos mengatakan dia berpikir perusahaan ini pada akhirnya akan lebih besar daripada Amazon.

“Itulah selalu nasihat saya. Saya menyelesaikan kuliah, dan saya menikmati kuliah. Saya pikir itu bermanfaat bagi saya,” terangnya. 

Namun, generasi muda terus mempertanyakan nilai dari gelar sarjana. Seiring dengan terus meningkatnya biaya kuliah dan menyusutnya lapangan kerja bagi lulusan baru, banyak yang mulai mempertanyakan pengembalian investasi yang sebenarnya dari sebuah gelar. 

Bahkan Jim Farley, CEO Ford, mengatakan dalam konferensi perusahaan baru-baru ini pekan lalu, bahwa kuliah seharusnya menjadi bahan perdebatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Bocah Cibarusah Tempuh Jarak 29 Km untuk Sembuh dari Kelumpuhan
• 3 jam laludetik.com
thumb
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Latihan Militer BRICS: Perubahan dari Blok Ekonomi ke Blok Militer?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kadishub DKI Pastikan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi Informasi Pusat Putuskan Ijazah Jokowi Informasi Terbuka
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.