JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan pemerintah terus memantau perkembangan dua Warga Negara Indonesia (WNI), yang diculik dan disandera kelompok bajak laut di perairan Afrika Barat.
Kementerian Luar Negeri telah menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok untuk mendapatkan informasi terkini terkait kasus tersebut.
“Saat ini kami terus memantau perkembangan situasinya dan saya juga berupaya berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok,” ujar Sugiono di kantornya, Rabu, 14 Januari 2026.
BACA JUGA:Peresmian SMA Taruna Nusantara Malang, Menko AHY: Menyiapkan SDM Unggul, Menuju Indonesia Emas 2045
BACA JUGA:Pedagang Cilok Ditusuk Rekannya di Kembangan, Warga Sebut Dipicu Dendam Lama
Sugiono mengaku juga masih terus mencari tahu kabar 2 WNI yang disandera tersebut.
"Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa dan saya kira perwakilan kita di AOND juga udah terus memonitor situasi ini. saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update," imbuhnya.
Saat ditanya mengenai asal daerah para WNI yang diduga disandera tersebut, Sugiono menyebut informasi tersebut masih belum dapat dipastikan.
“Belum tahu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 4 WNI menjadi korban penculikan sekelompok bajak laut di perairan Ekwata, Gabon, tepatnya Teluk Guinea pada Sabtu, 10 Januari 2026.
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Wanita di TPU Jakasampurna Terungkap, Motifnya Perkara Utang
BACA JUGA:DPR Sebut Pilkada Langsung Lewat E-Voting Rentan Sabotase Data
Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan, dua WNI sempat kabur dan berhasil diselamatkan dengan kondisi aman.
Kedua WNI berhasil diselamatkan dan dikawal Angkatan Laut (AL) Gabon menuju ibu kota.
Sebelumnya sekelompok bajak laut membajak kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) asal China, dan menculik sembilan awak kapal dari total 12 awak.
- 1
- 2
- »



