Jakarta, CNBC Indonesia - HP premium Google Pixel hingga kini belum tersedia resmi di Indonesia. Pasalnya, Google belum membangun pabrik atau melakukan skema lain untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang berlaku di Tanah Air.
Namun, masyarakat Indonesia bisa membeli Google Pixel dari luar negeri dan membayar biaya IMEI agar bisa digunakan di Tanah Air.
Agaknya, harapan untuk bisa membeli Google Pixel di toko-toko resmi di Indonesia belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, Google lebih memilih membangun pabrik Pixel di negara tetangga, yakni Vietnam.
- Cara Bedakan Foto Asli dan Hasil Editan Makin Susah, Ini Penyebabnya
- Nama Alamat Gmail Sekarang Bisa Diganti, Google Umumkan Syaratnya
- 10 Model HP Terkenal Ternyata Pancarkan Radiasi Paling Tinggi
Pabrik baru tersebut akan berbeda dengan fasilitas yang tersedia di China sebelumnya. Laporan Nikkei Asia yang mengutip sejumlah sumber mengatakan Google akan mulai mengembangkan dan memproduksi smartphone kelas atas di Vietnam pada tahun 2026 ini.
Artinya perusahaan yang dilarang berjualan ponsel di Indonesia itu akan membuat produknya dari awal di negara tersebut.
Ponsel yang dimaksud adalah Pixel, Pixel Pro dan Pixel Fold. Perusahaan dikatakan akan mulai new product introduction (NPI) di negara tersebut.
Sebagai informasi, NPI adalah fase kritis pada peluncuran perangkat elektronik terbaru, melibatkan pengembangan proses, verifikasi, dan penyempurnaan.
Reuters menuliskan Google telah memiliki jaringan pemasok yang besar untuk produk-produknya di Vietnam. Ini juga termasuk untuk smartphone Pixel milik perusahaan.
Laporan Nikkei Asia mengatakan Google telah memproduksi massal smartphone kelas atas di Vietnam dan melakukan sejumlah verifikasi. jadi seharusnya membuat ponsel baru dari awal di sana tidak terlalu sulit.
Google hanya melakukan pengembangan di Vietnam. Sementara pabrik di China tetap mengembangkan seri kelas bawah Pixel A.
Reuters mengatakan tidak bisa melakukan verifikasi pada laporan itu. Google juga tidak langsung menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
(fab/fab)


