Top! RI Panen Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi di 2025

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Luar Negeri, Sugiono. (Dok. MoFA Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memperluas jejaring kemitraan strategis sepanjang 2025 di tengah ketidakpastian global. Hasilnya, RI berhasil mengantongi tujuh kerja sama di bidang pertahanan serta 16 perjanjian penegakan hukum dengan berbagai negara mitra, sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan ketahanan nasional.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan penguatan kerja sama lintas sektor tersebut merupakan bagian dari strategi Diplomasi Ketahanan, yang mengintegrasikan kebijakan luar negeri dan pertahanan sebagai instrumen stabilisasi.

"Empat pertemuan 2+2 dalam satu tahun terakhir mencerminkan kesadaran strategis bahwa di tengah dunia yang semakin tidak dapat diprediksi, diplomasi dan pertahanan menjadi satu hal yang tidak terpisahkan," ujar Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).


Baca: Menlu Singgung Fenomena "Trade Weaponization": Ini Realita Dunia

Dalam kerangka kedaulatan dan keamanan, Indonesia menyepakati tujuh kerja sama pertahanan serta 16 perjanjian penegakan hukum dengan sejumlah negara mitra, antara lain Australia, Kanada, Prancis, Turki, dan Yordania. Indonesia juga membentuk kemitraan strategis dengan Rusia dan Thailand, serta kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam.

Sugiono menegaskan berbagai kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat kepastian kerja sama dan interoperabilitas antarmitra.

"Bagi Indonesia, pertahanan tidak dibangun dengan unjuk kekuatan, tetapi melalui kepastian, pencegahan, dan membuka ruang-ruang dialog," tegasnya.

Sinergi diplomasi dan pertahanan juga tercermin dari pelaksanaan empat dialog two plus two (2+2) antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI dengan negara mitra utama, yakni China, Jepang, Australia, dan Turki. Forum ini dipandang sebagai mekanisme penting untuk pengelolaan risiko strategis dan pencegahan salah hitung di tengah meningkatnya ketegangan global.

"Ketika risiko salah hitung meningkat dan persepsi menjadi faktor kunci, sinergi kebijakan luar negeri dan pertahanan adalah instrumen stabilisasi," kata Sugiono.

Di bidang ekonomi, pemerintah menekankan pentingnya ketahanan nasional melalui diversifikasi mitra dan penguatan arsitektur kerja sama. Sepanjang 2025, Indonesia menyepakati tiga perjanjian kerja sama ekonomi dengan Kanada, Peru, dan Eurasian Economic Union (EAEU), sembari mendorong penyelesaian berbagai perundingan perdagangan lainnya.

Baca: Menlu: Tatanan Dunia di Ambang Runtuh, Negara Masuk Mode Bertahan

"Di dunia yang bergejolak, ketahanan ekonomi adalah daya tahan sekaligus daya tawar," ujar Sugiono.

Ke depan, pemerintah menegaskan diplomasi Indonesia akan terus diarahkan untuk memperluas kemitraan strategis, memperkuat daya tahan nasional, dan memastikan Indonesia tidak sekadar bertahan, tetapi mampu ikut menentukan arah di tengah tekanan global.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: RI Lanjutkan Negosiasi Tarif Dengan AS, Tarif Impor Bisa Turun?

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Roda Pemerintahan Wilayah Terdampak Banjir Sumatra Normal Lagi Pekan Depan
• 5 jam laluidntimes.com
thumb
Libur Nataru, Kegiatan Dunia Usaha di Malang Tumbuh Positif Triwulan IV/2025
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Metro Tangkap Pengedar Sabu dan Vape Etomidate di Jakarta Barat
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polemik Kuota Haji Makin Panas, Said Didu Bicara Tekanan, Islah Bahrawi Singgung Perintah Jokowi
• 3 jam lalufajar.co.id
thumb
DPRD Sulteng Soroti Perendaman Emas Ilegal di Poboya: Ini Kejahatan Lingkungan Teroganisir
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.