jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran tiang monorel di sepanjang jalur Rasuna Said bakal dilakukan pada malam hari.
Untuk itu, tak akan ada penutupan jalan dan dipastikan tidak mengganggu masyarakat yang beraktivitas.
BACA JUGA: Lalu Lintas di Rasunan Said Diprediksi Membaik Setelah Tiang Monorel Dibongkar
Pembongkaran disebut bakal berlangsung pada pukul 23.00 hingga 05.00 dini hari.
“Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tidak macet. Karena ini jalan utama kita,” ucap Pramono, pada Rabu (14/1).
BACA JUGA: Pembongkaran Tiang Monorel Dilakukan Malam Hari, Agar Tak Ganggu Aktivitas Pengguna Jalan
Menurut dia, pembongkaran 109 tiang di sepanjang Rasuna Said itu menggunakan anggaran sekitar Rp 254 juta.
Sementara untuk penataan area setelah pembongkaran menelan biaya hingga Rp 102 miliar.
BACA JUGA: Sutiyoso Cerita Awal Mula Rencana Proyek Monorel, Dapat Restu Megawati
"Jadi, penataannya yang dibuat adalah dibuat jalan, saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar, dan taman-taman yang ada,” jelasnya.
Pembongkaran sendiri bakal berlangsung selama tiga bulan, dengan target satu tiang per harinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menegaskan tidak ada penutupan jalan.
“Dan karena pekerjaannya itu pada malam hari, dan sesuai rencana bahwa nantinya akan ada pemotongan tiang, itu rencana satu tiang satu malam,” tutur Syafrin. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


