Polemik Stand Up Mens Rea, Pengamat Ingatkan Etika dalam Kritik Politik

okezone.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Di era demokrasi digital, kritik dapat datang dari berbagai ruang, mulai dari mimbar akademik hingga panggung komedi. Humor politik kerap dipuji sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang segar, namun tak jarang pula memantik kegaduhan ketika menyentuh wilayah sensitif kekuasaan.

Polemik seputar materi stand-up comedy Mens Rea yang menyinggung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memperlihatkan persoalan mendasar: di mana batas antara kritik yang sah dan etika publik yang harus dijaga.

Baca Juga :
Usut Kasus Pandji, Polisi Minta Pendapat Ahli soal Batasan Kebebasan Berekspresi

Pengamat hukum dan politik, Pieter C Zulkifli, mengajak publik untuk menimbang ulang makna kebebasan berekspresi dalam negara demokratis. Menurutnya, kritik tetap penting, tetapi penghormatan terhadap pilihan rakyat dan simbol negara tidak boleh dikesampingkan demi tawa sesaat.

"Komedi politik sah dalam demokrasi, tetapi ketika humor menyentuh simbol negara, etika publik diuji. Polemik Pandji–Gibran membuka kembali debat tentang batas kritik," kata Pieter, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :
Anaknya Dihina Fisik, Istri Pandji Pragiwaksono Pasang Badan

“Kebebasan berekspresi harus bertaut pada rasa hormat terhadap sesama warga negara, terutama terhadap institusi yang menjadi simbol negara,” ujarnya.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Suara Ojol di Monas: Tuntut Perpres Kesejahteraan hingga Perjuangkan Nasib PJLP
• 12 jam lalukompas.com
thumb
KPK Ungkap Peran Petinggi PBNU yang Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Diyakini Mampu Wujudkan Swasembada Pangan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Titiek Soeharto Dorong Penguatan Anggaran untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera
• 9 jam lalukompas.com
thumb
5 Drakor Romantis-Komedi Terbaik Sepanjang Masa di Netflix yang Wajib Ditonton
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.