BEKASI, KOMPAS.com – Hujan deras dan banjir bukan lagi hal asing bagi Muhamad Amin.
Sejak 2009, guru ASN itu telah mengabdikan separuh hidupnya mengajar di SDN Hurip Jaya 02, Kampung Setia Mekar, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Sebuah wilayah yang kerap terendam banjir setiap musim hujan.
Ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan telah menjadi bagian dari keseharian Amin.
Baca juga: Sekolah Langganan Banjir, Guru SD di Bekasi Minta Pemerintah Perbaiki Akses Jalan
Selama lebih dari 15 tahun mengajar, ia merasakan langsung suka duka mendidik anak-anak di daerah yang tergolong tertinggal dan rawan bencana.
“Saya sudah mengajar dari tahun 2009. Dukanya mengajar itu saat musim hujan seperti ini. Pernah sekolah sampai satu bulan terendam banjir,” ujar Amin kepada Kompas.com, Rabu (14/1/2026).
Banjir bukan satu-satunya kekhawatiran yang menghantui Amin. Sebelum gedung sekolah direnovasi, kondisi bangunan yang sudah tua kerap membuatnya cemas, terutama saat cuaca buruk melanda.
“Sebelum ada gedung yang layak saya khawatir bangunan tiba-tiba roboh. Tapi alhamdulillah sekarang bangunannya sudah bagus, cuma tinggal banjirnya aja. Apalagi kemarin sempat sampai selutut orang dewasa,” tuturnya.
Ia mengingat betul masa-masa ketika hujan besar disertai angin kencang menjadi ancaman serius bagi keselamatan siswa dan guru.
“Dulu kan bangunan sekolah belum begini. Jadi khawatirnya kalau hujan besar terus angin gitu karena memang daerah sini enggak ada pohon-pohon besar. Angin langsung menerpa sekolah. Khawatir asbes, plafon-plafon rubuh, terus juga khawatir nimpah anak-anak,” kata Amin.
Amin menyebut, mayoritas siswa SDN Hurip Jaya 02 merupakan warga sekitar yang tinggal di wilayah rawan banjir.
Baca juga: Sekolah Kebanjiran, Siswa SD di Bekasi Sulit Belajar Daring karena Tak Punya HP
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar kerap terganggu, namun tak pernah memadamkan semangat Amin dan rekan-rekannya.
Meski berada di daerah bawah dan kerap dilanda banjir, Amin menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap harus dijaga.
“Bagi saya pendidikan itu sangat penting. Walaupun sekolah ini berada di daerah bawah, tapi informasi sudah maju. Jadi enggak ada bedanya sekolah di daerah manapun,” ujarnya.