Nin Yasmine Lisasih S.H., M.H. : Peraih Dua Penghargaan di Penghujung Tahun 2025 dalam Peran Gandanya sebagai Akademisi dan Praktisi Hukum.

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

NIN Yasmine Lisasih S.H., M.H.  meraih dua penghargaan sekaligus di penghujung tahun 2025. Penghargaan tersebut adalah ia meraih award sebagai Best Performance Woman in Law and Education dalam anugerah Woman Empower Woman Award 2025 dan Top 35 Dosen Hukum Terfavorite se Indonesia versi Hukumonline.

Woman Empower Woman Award 2025 adalah anugerah penghargaan award yang diselenggarakan oleh Majalah Inspiratif dan Majalah Kebaya Indonesia dimana anugerah penghargaan tersebut didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingan Anak serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Ia mendapat award sebagai Best Performance Woman in Law and Education 2025 karena peran gandanya sebagai akademisi dan praktisi hukum.

Sebagai praktisi hukum, ia tergabung dalam tim Hotman 911, tim advokat profesional Hotman Paris pada divisi yang menangani kasus-kasus hukum kemanusiaan seperti kasus pembunuhan, penganiayaan berat, atau pemerkosaan. Di luar kolaborasinya dengan Dr. Hotman Paris Hutapea S.H., M.Hum., ia juga menjabat sebagai pimpinan atau Managing Partner di kantor hukumnya sendiri yaitu Yasmine Lisasih Law Office & Partners.

Baca juga : Luncurkan Dokumentasi Komprehensif tentang Perjalanan Membuka Akses Hukum

Sebagai akademisi hukum, ia telah mengajar selama 1 dekade dengan jabatan fungsional Lektor, ia merupakan dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul dan mengajar sebagai dosen luar biasa di kampus-kampus lainnya di Jakarta seperti Kwik Kian Gie School of Business, GS Fame Institute of Business, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan Universitas Mpu Tantular. Selain aktif mengajar, ia juga aktif melakukan penelitian yang dimuat dalam jurnal-jurnal hukum dan melakukan pengabdian masyarakat tiap semester. Yasmine juga dipercaya untuk menjadi asisten dosen Dr. Hotman Paris Hutapea S.H.,M.Hum. sejak tahun 2013 di mata kuliah Hukum Kepailitan. Selain sebagai pengacara kondang, Bp. Hotman Paris juga mengajar di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan sering diundang sebagai dosen tamu di universitas-universitas di Indonesia.

Metode pemilihan penerima Woman Empower Woman Award berdasarkan penilaian kualitatif dan kuantitatif terhadap kiprah, aktivitas, kontribusi, dampak dan nilai inspiratif dari perempuan penerima award bagi masyarakat. Proses ini melalui seleksi yang ketat, nominasi publik (pembaca) dan penyaringan oleh tim Majalah Inspiratif dan Majalah Kebaya Indonesia dengan metode monitoring (peliputan), pengamatan langsung di lapangan dan wawancara.

Ibu Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menghadiri anugerah penghargaan Woman Empower Woman 2025 yang digelar di Hotel Bidakara pada awal bulan Desember 2025 menyampaikan bahwa “Untuk para penerima penghargaan, izinkan saya menyampaikan pengharagaan setinggi-tingginya. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan tetapi juga amanah. Amanah untuk terus menebar inspirasi, untuk terus membuka jalan bagis perempuan lain dan untuk memastikan bahwa generasi perempuan di masa depan memiliki leih banyak ruang, kesempatan dan keberanian.”

Baca juga : Pentingnya Meningkatkan Reputasi Hukum dan Bisnis Perusahaan

Sementara itu pada 30 Desember 2025. Yasmine kembali menorehkan prestasi, ia masuk dalam Top 35 besar Dosen Hukum Favorite 2025 dalam Anugerah Dosen Hukum Favorite 2025 yang diselenggarakan oleh Hukumonline, Universitas Solutions dan Arkananta Vennotschap. Ia mewakili Universitas Esa Unggul yang dipimpin oleh bapak Rektor Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU, ASEAN Eng. Ia sehari-hari mengajar di kampus Esa Unggul Harapan Indah Bekasi yang dipimpin oleh Direktur Operasional bapak  Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME.,

Pemilihan Dosen Hukum Favorite ini dilakukan melalui partisipasi langsung mahasiswa dengan menyebutkan satu nama dosen hukum yang dinilai paling berkesan dalam proses pemberian materi, diskusi akademik, penguasaan pengetahuan hukum yang luas dan mendalam serta terbuka dengan pendapat mahasiswa. Selain itu Hukumonline juga menilai dari indikator tambahan seperti Scopus dan Google Scholar Index masing-masing dosen sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan penerimaan penghargaan. (RO/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Elon Musk Batasi Fitur Deepfake Grok usai Tuai Kecaman
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus Suap Ade Kuswara, KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Penyebab 6 DPD PAN Belum Musda saat Husniah Talenrang Ketua DPW Sulsel
• 2 jam lalutribuntimur.com
thumb
Update Informasi 4 WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kemlu Koordinasi dengan China
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi VI DPR RI Soroti Defisit APBN dan Efektivitas Pajak
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.