Jadi Hantu di Film Sebelum Dijemput Nenek, Wajah Sri Isworowati Dilem 2 Jam Tiap Syuting

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Karakter hantu dalam film horor seringkali menjadi kunci ketegangan. Dalam film Sebelum Dijemput Nenek, tanggung jawab itu jatuh ke pundak Sri Isworowati. Memerankan sosok Mbah Marsiyem, ia menunjukkan dedikasi luar biasa di usianya yang tak lagi muda.
 
Siapa sangka, di balik sosok menyeramkan di layar, ada perjuangan fisik yang cukup berat yang harus dilalui beliau setiap kali syuting dimulai.
 
Tantangan terbesar bagi dirinya bukanlah akting menakuti, melainkan proses make-up efek khusus yang memakan waktu sangat lama. Setiap hari syuting, beliau harus duduk diam selama berjam-jam untuk proses aplikasi prostetik dan pewarnaan.

Hal ini tentu membutuhkan kesabaran ekstra, mengingat beliau tidak bisa leluasa bergerak selama proses tersebut berlangsung demi mendapatkan hasil visual hantu yang meyakinkan.

Baca Juga :

Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Saudara Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

"Dua jam. Dua jam sendiri ya (persiapannya). Dan enggak bisa gerak-gerak karena harus begini, ditempel, dilem," ungkapnya menceritakan betapa rumitnya persiapan tersebut. 
 
 Tidak berhenti di situ, perjuangannya berlanjut hingga proses syuting selesai. Membersihkan sisa-sisa make-up ternyata jauh lebih sulit daripada memasangnya. Bahkan, sisa-sisa pewarna di kulitnya tidak bisa hilang dalam waktu semalam. 
 
Ia mengaku butuh waktu berminggu-minggu hingga kulitnya benar-benar bersih kembali dari sisa cat karakter hantu tersebut.
 
"Nanti sehabis syuting, pulang tuh, itu kita ngeletnya (membersihkannya) ini setengah jam. Jadi saya dapat hari itu 7 hari untuk make-up itu, ini sebulan baru hilang," curhat Sri sambil menunjuk wajahnya.
 
Meskipun harus melalui proses yang melelahkan dan membuat kulitnya tak nyaman, ia mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya menjadi hantu. 

Baca Juga :

10 Film Horor Indonesia Terseram di Netflix, Berani Nonton Sendiri?

Beliau merasa senang bisa memberikan hiburan yang berbeda dan berpesan kepada penonton, terutama cucu-cucu di luar sana, untuk tidak takut melihat penampilannya karena di balik sosok seram itu ada pesan moral yang ingin disampaikan.
 
​"Saya pesan pada semuanya, film ini ada untuk pendidikannya, ada untuk semangat. Jadi enggak usah takut sama hantu. Kalau melihat hantu, ingat saja Mbah Marsiyem," paparnya.
 
(Maulia Chasanah)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar UGM Bicara Pohon Randu Alas: Ciri-Ciri Mati-Getah Mirip Darah
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Persija Jakarta, Alasan Kuat Persebaya Surabaya Berpotensi Kejutkan Persib Bandung di Putaran Kedua Super League
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Rumah Sakit Dustira: Ingatan Panjang Sejarah Medis dari Kota Garnisun Cimahi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Kasus Kuota Haji, KPK Tegaskan Punya Bukti Pengusus PBNU Terima Uang
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Respons Google soal Dakwaan Nadiem Disentil Kejagung
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.