TABLOIDBINTANG.COM - Kasus hukum dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa memberikan dampak serius bagi kehidupan pribadi dan profesional Inara Rusli. Akibat perkara tersebut, Inara mengalami kerugian yang tidak sedikit, terutama dari sisi pekerjaan dan bisnis yang selama ini dijalaninya.
Kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, mengungkapkan bahwa kerugian kliennya belum bisa dihitung secara pasti. Namun, ia memastikan dampaknya cukup signifikan lantaran banyak kerja sama dan kontrak yang akhirnya tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Udah pasti jumlahnya saya kami tidak tahu, tapi dipastikan kerugiannya cukup lumayan, karena kan banyak kontrak-kontrak yang akhirnya tidak bisa dijalankan,” kata Daru Quthny di Polda Metro Jaya baru-baru ini.
Tak hanya kontrak kerja yang terganggu, hampir seluruh unit usaha milik Inara Rusli juga ikut terdampak. Aktivitas bisnis terpaksa dihentikan sementara sambil menunggu kepastian hukum dari proses yang masih berjalan.
“Ya mungkin satu-dua satu-dua masih aja gitu loh. Tapi sebagian besar, hampir 90 persen lebih itu sementara menunggu perkara ini selesai,” ujar Daru Quthny.
Daru menambahkan, tekanan yang dirasakan Inara Rusli tidak hanya bersifat materiil. Kondisi mental sang klien juga ikut terdampak akibat kasus hukum yang menyeret namanya ke ruang publik.
“Dipastikan ya kalau untuk mental Inara pasti kena lah. Nggak mungkin ya karena biar bagaimanapun kan dia seorang wanita. Nggak mungkin juga dia nggak kena mentalnya,” tutur Daru.
Saat ini, tim kuasa hukum Inara Rusli terus mendorong terwujudnya Restorative Justice dalam kasus ini. Pihak kuasa hukum menyatakan optimistis peluang perdamaian masih terbuka lebar meski sudah ada penolakan dari pihak Mawa.


