Pertamina NRE Gandeng Perusahaan China Garap Pembangkit Sampah & Gas

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan (EBT) asal China. Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu (7/1).

Kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia.

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan kemitraan ini merupakan langkah strategis Pertamina untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia dan mencapai net zero emission pada tahun 2060.

"Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John melalui keterangan resmi, Kamis (15/1).

Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd, Fei Zhi, mengatakan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. Dia melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global.

"GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengapresiasi upaya Pertamina NRE dalam mengembangkan industri energi baru dan terbarukan di Tanah Air.

"Pertamina melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia, salah satunya dengan menggalang kemitraan strategis dengan Pemerintah, industri atau mitra bisnis, akademisi, komunitas, dan media," jelas Baron.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KLH Tuntut Ganti Rugi Rp4,8 T atas Banjir Sumatra, Ini 6 Perusahaan Tergugat
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Transjakarta Perkuat Sistem Lost and Found Berbasis GCG dan ESG
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Muncul 2 Bibit Siklon, Waspadai Cuaca Ekstrem di Jatim, Bali hingga Maluku Utara
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis Ringan terhadap Isa Rachmatarwata dalam Kasus Jiwasraya
• 22 jam lalupantau.com
thumb
10 Twibbon Isra Mikraj 2026, Baru dan Gratis untuk Dipakai di Medsos
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.