BANJIR yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin meluas merendam di 35 desa di tujuh kecamatan. Jumlah warga terdampak kini mencapai 48.193 jiwa (15.237 keluarga).
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (15/1) hujan lebat yang masih mengguyur daerah Pantura Jawa Tengah terutama di kawasan Gunung Muria. Ketinggian banjir bervariasi antara 30 cm hingga 120 cm.
Selain masih mengakibatkan ketersendatan arus lalu lintas karena banjir merendam Jalur Pantura Kudus-Pati dengan ketinggian 20-50 cm sepanjang 400 meter, banjir juga mengakibatkan belasan ribu rumah warga dan area pertanian terendam, hingga memaksa ribuan warga mengungsi.
Baca juga : Kementerian PU Percepat Penanganan Tanggul Jebol di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Jalur Pantura Lingkar Kudus-Pati juga terendam banjir di tiga lokasi, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles dan Jembatan Hadipolo.
"Akibat banjir di Demak, Kudus, dan Pati perjalanan terganggu, biasanya Semarang-Pati dapat ditempuh 4 jam kini molor hingga 18 jam," kata Sugiyono, 45, seorang pengemudi truk tujuan Surabaya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan jumlah warga terdampak banjir di daerah berada di Pantura Jawa Tengah semakin bertambah dari sebelumnya 34.277 jiwa, kini meningkat menjadi 48.193 jiwa (15.237 keluarga).
Baca juga : Banjir Pati Meluas, 93 Desa di 19 Kecamatan Terendam dan 48.193 Jiwa Terdampak
Selain banjir yang hingga kini semakin meluas dan meninggi, ungkap Eko, akibat curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah kecamatan seperti Bae 2 lokasi, Gebog 38 lokasi, dan Dawe di 92 lokasi. Petugas gabungan terus siaga untuk melakukan penanganan.
"Proses evakuasi warga juga terus berlanjut," imbuhnya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris secara terpisah mengatakan akibat semakin meluasnya banjir melanda daerah ini, jumlah pengungsi yang sebelumnya masih ratusan jiwa kini meningkat mencapai ribuan tersebar di puluhan titik, baik itu di balai desa, masjid, sekolah maupun lokasi lainnya yang lebih aman
"Untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan bagi pengungsi, pemerintah daerah bersama relawan telah menyiapkan posko dan dapur umum di sejumlah titik," ujar Sam'ani Intakoris.
Berdasarkan data yang diterima, lanjutnya, dapur umum tersebut tersebar di MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Mejobo, Balai Desa Payaman, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus. (AS/E-4)





