Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Utara terus berjalan. Hingga Rabu (14/1), dari total 1.077 unit huntara yang diajukan pemerintah kabupaten/kota, sebanyak 865 unit dalam proses pembangunan. 27 di antaranya telah rampung dan siap huni.
“Huntara yang telah selesai berada di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 15 unit dan Tapanuli Utara sebanyak 12 unit,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih skema bantuan sewa tempat tinggal sementara atau tinggal bersama kerabat.
BNPB mencatat, penerima DTH mencapai 3.489 kepala keluarga (KK). DTH diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan per KK selama tiga bulan.
“Dari jumlah itu, 3.251 rekening penerima telah disiapkan, dengan 1.141 kepala keluarga telah menerima penyaluran hingga Selasa, 13 Januari 2026,” ujar Abdul.
Bantuan huntara dan DTH ditujukan bagi korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Mereka nantinya akan mendapatkan hunian tetap (huntap) dan diharapkan dapat cepat pulih dengan tempat tinggal baru,” tutur Abdul.
Ia menegaskan, percepatan pemulihan sektor hunian terus dilakukan secara paralel dengan pembangunan huntap. Hingga Rabu (14/1), huntap yang diusulkan pemerintah daerah sebanyak 3.460 unit. 648 unit di antaranya tengah dibangun.




