Menperin: IKM Fesyen dan Kriya Kunci Ekonomi Berkelanjutan

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

SC-BMC jadi fondasi penguatan identitas dan daya saing industri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar pada budaya lokal.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kolaborasi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam pengembangan Sustainability and Culture Business Model Canvas (SC-BMC).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan model bisnis IKM menjadi bagian penting dalam Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menekankan keberlanjutan, inovasi, dan penguatan identitas lokal sebagai fondasi pembangunan industri.

“IKM fesyen dan kriya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan berbasis budaya. Dengan model bisnis yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya, IKM tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan berkarakter Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

Kolaborasi BPIFK dan UNMAS Denpasar

Sebagai bentuk konkret kolaborasi, BPIFK dan UNMAS Denpasar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan melaksanakan penelitian bersama mengenai penerapan SC-BMC. Model ini merupakan pengembangan dari Business Model Canvas (BMC) konvensional yang memasukkan prinsip keberlanjutan dan nilai budaya ke dalam perancangan usaha.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, SC-BMC tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial, lingkungan, serta pelestarian nilai lokal.

“Model ini membantu IKM memahami bisnis secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi profit, tetapi juga manfaat bagi manusia, lingkungan, dan budaya,” kata Reni.

Uji Coba di 15 IKM Bali

Menurut Reni, uji coba SC-BMC berbasis budaya lokal telah diterapkan pada 15 IKM di Bali dalam kondisi usaha nyata. Hasilnya, pelaku usaha mampu memetakan potensi dan tantangan secara lebih komprehensif, sekaligus terdorong menerapkan praktik bisnis yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat transformasi industri nasional,” ujarnya.

Model Bisnis Terintegrasi

Hasil riset BPIFK dan UNMAS Denpasar menunjukkan bahwa SC-BMC mampu mengintegrasikan empat dimensi utama, yakni ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dalam satu kerangka bisnis. Model ini terdiri dari 15 blok terintegrasi yang dapat digunakan sebagai alat perencanaan sekaligus transformasi usaha IKM.

“SC-BMC menjadi salah satu enabling factor penting bagi keberhasilan SBIN dan dapat digunakan secara luas oleh IKM sebagai panduan pengembangan usaha,” tambah Reni.

*Daya Saing dan Keberlanjutan*

Dari sisi pasar, SC-BMC dinilai mampu merespons tren global seperti conscious consumer, keberlanjutan, digitalisasi, dan meningkatnya minat terhadap produk berbasis budaya. Identitas lokal menjadi pembeda kuat yang sulit ditiru oleh produk manufaktur massal, terutama untuk pasar premium, pariwisata budaya, dan ekspor.

Sementara itu, penerapan prinsip circular economy, penggunaan bahan ramah lingkungan, praktik reuse, serta efisiensi energi terbukti mampu menekan penggunaan sumber daya dan emisi tanpa mengurangi nilai produk.

Komitmen Pendampingan IKM

Kepala BPIFK Dickie Sulistya menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong transformasi IKM.

“Kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pendampingan, inovasi, dan model bisnis yang aplikatif bagi IKM fesyen dan kriya di Indonesia,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama BPIFK dan UNMAS Denpasar diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar fesyen dan kriya nasional maupun global melalui pendekatan bisnis yang berkelanjutan, berakar pada budaya lokal, dan inklusif bagi pelaku IKM.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkot Pangkalpinang luncurkan layanan berobat gratis dengan KTP
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini, 15 Januari 2026: Naik Ceban Jadi Rp2,675 Juta
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjelasan Mensesneg Prasetyo Soal Prabowo Koreksi Desain IKN
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
CSIS Nilai Rencana Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Perlu Dikaji Hati-hati
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puas dengan Kiprah PSIM di Putaran Pertama BRI Super League, Manajer Tim Minta Laskar Mataram Fokus Benahi Konsistensi
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.