WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, Iran tak akan mengeksekusi mati tahanan demonstrasi anti-pemerintah.
Trump pada Rabu (14/1/2025) mengungkapkan, Iran memutuskan tak mengeksekusi tahanan tersebut setelah kasusnya menarik perhatian aktivis hak asasi manusia dan Departemen Luar Negeri AS.
“Kami diberi tahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti, dan tak ada rencana eksekusi (mati),” kata Trump dari ruangan Oval Gedung Putih dikutip dari CNN.
Baca Juga: Kata CEO Nestle usai Penarikan Produk Susu Formula Bayi, Minta Maaf Atas Kekhawatiran yang Terjadi
“Pembunuhan telah berhenti, eksekusi telah berhenti,” lanjut Presiden AS itu.
Pada beberapa hari terakhir, Iran telah diwarnai prospek eksekusi mati terhadap demonstran Iran berusia 26 tahun, Erfan Soltani.
Menurut anggota keluarga dan juga Deplu AS, Soltani sudah ditahan kurang dari sepekan lalu.
“Tak rencana eksekusi atau sebuah eksekusi,” kata Trump.
“Saya diberitahu oleh otoritas yang baik. Kami akan mencari tahu mengenai itu. Saya yakin jika itu (eksekusi) terjadi. Saya akan sangat kesal,” kata Trump tanpa mengungkapkan sumber informasinya.
Anggota keluarga Soltani, yang bernama Somayeh mengatakan, eksekusi tak dilakukan di hari yang direncanakan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : CNN
- donald trump
- iran
- mengeksekusi mati
- tahanan
- demonstran anti-pemerintah




/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F11%2F15%2Fca1f5578-c220-4580-a8b4-b74a3afefd23_jpg.jpg)