Pakar Komunikasi Unair Nilai Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono Tak Pantas dan Tak Elok

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com - Materi Stand Up Comedy komika Pandji Pragiwaksono "Mens Rea" tengah menjadi sorotan publik.

Pandji dituding telah melakukan penghinaan kepada pejabat negara. Namun tidak sedikit pula yang mendukung materi komika Pandji tersebut. 

Sejumlah pihak juga telah melaporkan Pandji ke aparat kepolisian karena dituding telah melakukan penghinaan. 

Lantas seperti apa penilaian dari pakar komunikasi Universitas Airlangga (Unair) terkait Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono ini?

Pakar komunikasi publik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Heboh di awal tahun 2026 ini terkait Stand Up Comedy komika Pandji Pragiwaksono, yang bertajuk  Mens Rea menyedot perhatian publik. 

Tak hanya itu, Stand Up Comedy Pandji ini juga menuai kontroversi di tengah masyarakat karena dinilai terlalu berani dan menghina pejabat di negeri ini. 

Tak tanggung-tanggung Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran, menjadi bahan "cibiran" Pandji.

Pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga Suko Widodo menilai, Stand Up Comedy yang dilakukan Pandji ini memang berani. 

Suko Widodo menyebut dalam komunikasi ada tiga level yang perlu diperhatikan.

"Yakni pertama, terkait benar atau salah fakta yang disampaikan. Kedua, adalah pantas atau tidak pantas hal tersebut disampaikan. Dan yang ketiga, apakah elok (indah) atau tidak, hal ini dalam etika komunikasi perlu diperhatikan," ungkap Suko. 

Menurutnya, Stand Up Comedy Pandji ini dalam perspektif hukum yang digali adalah benar atau salah. 

Namun, pada komunikasi yang ditekankan adalah pantas atau tidak pantas hal yang disampaikan

"Jadi saya bukan ahli hukum. Kalau hukum itu yang dicari kan benar atau salah. Tapi kalau komunikasi itu penekannya pada pantas atau tidak, yang nantinya publik memberikan penilaian semua itu," imbuhnya. 

Bagi Suka Widodo dalam berkomunikasi yang perlu dicermati adalah persoalan empati, pantas atau tidak dan indah atau buruk, sehingga tidak ada yang terluka dan tersinggung.

"Empati itu penting dalam berkomunikasi karena itu menjadi kontrol sehingga ketika kita bicara tidal ada yang tersinggung, terluka dan merasa disakiti oleh omongannya," ujarnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[FULL] Pidato Prabowo saat Peresmian SMA Taruna Nusantara, Janji Renovasi 60.000 Sekolah Tahun 2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Jambil Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Potensi Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Harga Emas di Pegadaian: UBS Rp2,752 Juta, Galeri 24 Dibanderol Rp2,692 Juta
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Langgar UU Perkeretaapian, Hunian Liar di Bibir Rel Jakbar Dinilai Ancam Keselamatan Publik
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.