Kronologi Guru di Jambi Dikeroyok Siswa, Ucapan Kasar Disebut Jadi Pemicunya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi guru di Jambi dikeroyok siswa sendiri di lingkungan sekolah. Ucapan kasar diduga menjadi pemicunya.

Video pengeroyokan seorang guru oleh sejumlah siswa beredar di media sosial. Diketahui peristiwa tersebut terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak, Provinsi Jambi.

Diketahui sosok guru dalam video merupakan Agus Saputra. Ia lantas mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk memberikan klarifikasi terkait insiden pengeroyokan yang menimpanya.

Guru dalam Video Buka Suara

Sebelumnya, dalam video yang beredar terdapat tudingan miring yang menyudutkan Agus. Salah satunya adalah tuduhan penghinaan terhadap siswa kurang mampu hingga dugaan sang guru membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah.

Rupanya saat itu Agus dipanggil dengan kata-kata kasar oleh siswanya. Sebagai pembelajaran, ia pun menampar siswa tersebut.

"Awalnya saya dipanggil dengan kata-kata kasar oleh siswa. Saya datangi, lalu saya tampar sebagai bentuk pembelajaran," jelas Agus, dikutip dari Kompas.com.

Mengenai video yang memperlihatkan dirinya membawa senjata tajam sejenis celurit, Agus menjelaskan bahwa alat itu merupakan perlatan pertanian milik sekolah. Mengingat sekolah tempatnya mengajar memiliki jurusan pertanian.

Lebih lanjut, alat itu juga tidak digunakan untuk melukai. Melainkan sebagai bentuk pertahanan diri agar massa ssiwa yang emosional segera membubarkan diri.

"Saya bawa alat itu agar mereka bubar. Tak ada niatan lain," ujar Agus.

Kemudian, terkait tudingan bahwa dirinya melakukan penghinaan trhadap status ekonomi siswa, Agus membantah keras narasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa konteks pembicaraannya saat itu adalah memberikan motivasi umum agar siswa mematuhi aturan sekolah.

 

"Tak ada niat mau mengejek atau menghina. Konteksnya mendorong siswa mematuhi aturan, sebagai motivasi umum, tidak spesifik ke individu siswa," jelasnya.

Kronologi

Insiden bermula pada Selasa (13/1/2026). Saat itu Agus yang sedang berjalan di lingkungan sekolah merasa dilecehkan secara verbal berupa ucapan kasar oleh seorang siswa. Ia mendengar kata-kata yang dianggap sangat tidak sopan dan merendahkan martabatnya.

Agus kemudian menghampiri kelas sumber suara dan mencari tahu siapa pelakunya. Saat seorang siswa mengakui perbuatannya dengan gestur yang menantang, Agus mengaku refleks melakukan tindakan fisik satu kali sebagai bentuk teguran.

"Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya."

"Di situ saya dikeroyok. Videonya viral. Banyak siswa mulai dari kelas 1, 2 dan 3," ujar Agus, dikutip dari Tribun Jakarta.

Perkataan kasar menjadi awal kronologi guru di Jambi dikeroyok siswa. Namun guru yang bernama Agus tu mengaku tidak akan melaporkan siswanya ke polisi. Ia masih mempertimbangkan masa depan dan kondisi psikologis para siswanya.

"Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan," tutupnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satgas PKH Tancap Gas 2026, Negara Selamatkan Jutaan Hektare Lahan dan Triliunan Rupiah
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Trump Tangguhkan Visa Imigran dari 75 Negara, Berlaku Mulai 21 Januari
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
TOP 5: Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel hingga IDN Gelar SAT 2026
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Relawan Ungkap Kejanggalan Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Jasad Ditemukan Telungkup Setelah 17 Hari
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.