CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Korban kebakaran di Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar, berharap adanya bantuan bahan bangunan untuk membangun kembali rumah mereka yang hangus terbakar.
Harapan tersebut menguat seiring mendekatnya bulan suci Ramadan yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Selasa (13/1) siang di kawasan gang sempit Kelurahan Bulogading. Kebakaran tersebut berdampak pada tujuh unit rumah yang dihuni 13 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, lima unit rumah dilaporkan hangus terbakar tanpa sisa karena mayoritas bangunan berbahan kayu.
Salah seorang korban kebakaran, Herman, mengungkapkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah percepatan pembangunan kembali tempat tinggal yang layak.
"Harapan terbesar kami, tempat tinggal lebih cepat terbangun. Khusunya menjelang bulan Ramadan. Supaya cepat berdiri, berteduh di rumah masing-masing," ungkap Herman saat dijumpai CelebesMedia.id di posko pengungsian, Kamis (15/1) siang.
Herman menjelaskan, hingga kini kebutuhan dasar di posko pengungsian telah terpenuhi. Berbagai bantuan dari instansi terkait telah mencukupi kebutuhan makanan, minuman, perlengkapan tidur, hingga sanitasi. Selain itu, korban juga menerima bantuan berupa bilah-bilah kayu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pembangunan hunian sementara.
Namun demikian, bantuan kayu dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan korban. Trauma akibat kebakaran sebelumnya membuat para penyintas lebih berharap bantuan berupa bahan bangunan permanen.
"Kita sebenarnya berterima kasih mendapat bantuan berupa kayu, cuma para korban berharap mereka mendapat bantuan dibangunkan berupa batu bata, karena kan sudah pengalaman dapat bantuan kayu akhirnya mudah terbakar, takut kejadian terulang kembali saat dibangun kayu."
Hal senada disampaikan Ketua RT 003 RW 003 Kelurahan Bulogading, Junaeda, yang juga menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengaku kesedihan semakin terasa menjelang bulan puasa karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.
"Jelang bulan puasa, kami merasa sedih, karena saya pikir bulan puasa kita butuh buat makan, terutama buat tinggal. Kalau memang untuk kebutuhan lebaran, baju di belakang itu. Yang saya pikir utama ini rumah, yang saya bisa tempati," ungkap Ketua RT yang baru terpilih ini.
Saat ini, tujuh KK tercatat mengungsi di posko pengungsian yang menempati ruko milik warga setempat, tidak jauh dari lokasi kebakaran. Pengungsi didominasi oleh anak-anak dan balita, dengan usia paling muda bayi berumur empat bulan. Mereka terpantau tidur beralaskan matras dan berjejer di lantai posko.
Pantauan CelebesMedia.id di lokasi menunjukkan bahwa rumah Herman dan Junaeda sebelumnya merupakan bangunan semi permanen, dengan lantai dasar dari batu bata dan bagian atas berbahan kayu yang kini hangus terbakar.
Selain bantuan bahan bangunan, para korban juga berharap adanya pendataan ulang dokumen kependudukan. Sejumlah surat penting seperti KTP, KK, hingga kartu ATM dilaporkan ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Di sekitar lokasi kebakaran, pengungsi juga menghadapi persoalan lanjutan. Bau hangus sisa kebakaran masih menyengat dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak. Debu material bangunan masih terlihat di area gang, meski puing-puing bangunan perlahan telah dibersihkan oleh tim yang bertugas.
Laporan: Rifki

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473685/original/031555900_1768452505-Sidang_Laras.jpeg)

