IHSG Hattrick Sentuh Rekor Tertinggi di Era Prabowo, Ekonomi RI Disebut Positif

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Industri pasar modal kembali menunjukkan optimismenya terhadap arah ekonomi Indonesia di awal 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level 9.095 belum lama usai pembukaan perdagangan Kamis (15/1).

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai bahwa pencapaian ini merupakan sinyal kuat bahwa pasar sedang membangun ekspektasi positif terhadap masa depan ekonomi nasional. Menurutnya, reli ini bukan sekadar gerak teknikal biasa.

"Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan selalu bergerak mendahului ekonomi riil," ujar Fakhrul melalui keterangan tertulis, Kamis (15/1).

Ia menambahkan bahwa keyakinan investor saat ini banyak didorong oleh narasi kebijakan yang dianggap pro-pertumbuhan dan terkoordinasi dengan baik. Namun, Fakhrul mengingatkan agar otoritas tetap konsisten.

"Pasar membutuhkan sinyal jelas dari koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Selama arah perbaikan ekonomi dikomunikasikan secara kredibel, pasar memiliki ruang untuk tetap konstruktif," imbuhnya.

Senada dengan optimisme tersebut, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, memaparkan bahwa secara teknikal IHSG memang masih berada dalam jalur pendakian (uptrend).

Meski demikian, Nafan memberikan catatan kecil bagi para investor untuk tetap moderat dalam mengambil keputusan.

"Indikator sudah menunjukkan overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking atau ambil untung dalam jangka pendek," jelas Nafan.

Dari sisi makro, Nafan melihat sentimen global dan domestik saling berkelindan. Di tengah data ekonomi AS yang beragam dan kenaikan harga komoditas seperti emas, daya tarik pasar domestik tetap terjaga berkat kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan sektor riil.

"Pemerintah tengah menyiapkan berbagai paket ekonomi dan program prioritas untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada tahun ini, sesuai dengan asumsi makro APBN 2026," kata dia.

Kombinasi antara teknikal yang solid dan fundamental ekonomi yang mulai menunjukkan taringnya membuat lantai bursa kian bergairah.

Jika koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus harmonis, bukan tidak mungkin rekor-rekor baru akan kembali tercipta dalam waktu dekat.

Investor Optimistis

Tren positif IHSG dengan mencetak rekor ATH berkali-kali ini sebuah sinyal kuat atas kepercayaan investor terhadap arah ekonomi nasional.

Pencapaian bersejarah ini dimulai pada 15 Agustus 2025, saat IHSG untuk pertama kalinya menembus level 8.017. Tren penguatan ini berlanjut hingga awal tahun 2026.

Pada Kamis (8/1), IHSG kembali mencetak rekor di level psikologis 9.002, dan puncaknya terjadi pada perdagangan Kamis (15/1), di mana indeks parkir di level tertinggi baru, yakni 9.095.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai rentetan rekor ini merupakan cerminan dari ekspektasi tinggi masyarakat dan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pergerakan ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah saat ini disambut baik oleh pasar.

"Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan selalu bergerak lebih cepat dalam menangkap sinyal perbaikan ekonomi dibandingkan sektor lapangan usaha," ujar Fakhrul.

Fakhrul menekankan pentingnya keselarasan kebijakan antara tim ekonomi pemerintah dengan bank sentral. Menurutnya, selama koordinasi tersebut terjaga, pasar akan terus merespons secara positif.

Senada dengan hal tersebut, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, melihat bahwa pasar saham domestik memang sedang dalam jalur pendakian yang solid. Hal ini didukung oleh kesiapan pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas.

"Pemerintah tengah menyiapkan berbagai paket ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada tahun ini," kata Nafan.

Namun, Nafan juga memberikan catatan agar para pelaku pasar tetap tenang dan tidak terlalu euforia. Ia mengingatkan adanya potensi para pemegang saham melakukan aksi jual untuk mencairkan keuntungan setelah kenaikan yang cukup tinggi ini.

"Kondisi saat ini sudah menunjukkan kenaikan yang sangat jenuh, sehingga perlu diwaspadai adanya potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek," tambahnya.

Keberhasilan IHSG mencetak rekor berulang kali ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar Soroti Pelemahan Lembaga Independen
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Berkas Dilimpahkan, Roy Suryo Cs Keberatan Saksi Tak Diperiksa
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alex Pulalo Sebut Persib Berpeluang Ukir Hattrick Juara Liga, dan Ungkap Kenangan Kerasnya El Clasico Lawan Persija
• 11 jam lalubola.com
thumb
Video: IHSG "To The Mars", Kokoh di Level 9.000
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Ada Mens Rea Part 2, Tapi Siapkan Stand-Up Comedy Politik Baru
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.