Anggaran Naik Rp12 Triliun, Ini Arah Riset dari BRIN

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah riset untuk kebutuhan nasional, usai mendengar wacana pemerintah dari semula Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun pada 2026. 

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan keputusan dalam pertemuan dengan 1.200 rektor hingga guru besar di Istana Negara pada Kamis (15/1/2025) untuk menambah lagi dana riset Rp4 triliun. Alhasil, dana riset tahun ini pun mencapai Rp12 triliun. 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan tambahan dana riset akan digunakan untuk mendorong swasembada pangan. 

"Tentu sesuai dengan arah Bapak Presiden, fokus pada pangan. Jadi pangan ini, swasembada beras sudah tercapai, sebentar lagi jagung, kemudian yang penting lagi adalah bawang putih, kemudian juga kedelai, serta produk-produk protein hewani seperti susu, sapi, dan lain sebagainya," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (15/1/2026).

Kedua, riset-riset yang mendukung ketahanan energi. Tujuannya untuk transisi energi serta memperkuat energi baru dan terbarukan.

Ketiga, riset-riset soal industri strategis. Riset tersebut diarahkan untuk mendongkrak teknologi tinggi atau high-tech, memerlukan employment yang banyak atau menyerap banyak tenaga kerja.

"Jadi dengan serapan tenaga kerja yang banyak, seperti industri sepatu, industri tekstil, industri elektronik, semikonduktor, sehingga kita diharapkan memiliki kekuatan daya saing dalam industri-industri itu," kata Arif.

Menurut Arif, BRIN sendiri saat ini sedang mempersiapkan penguatan riset dalam bidang tekstil hingga alas kaki, selain di bidang pangan. Ditambah, BRIN menggenjot riset di industri dirgantara.

"[Pesawat] N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI [Dirgantara Indonesia] ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat amfibi," tutur Arif.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek) Stella Christie mengungkapkan dana riset nasional pada tahun lalu pun telah melonjak 218% dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat fondasi sains dan teknologi Indonesia. 

“Dana riset tidak satu sen pun dipotong, bahkan bertambah 218%. Dan ini dibagikan bagi ribuan peneliti serta dosen yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Stella.

Stella juga menjelaskan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mengembangkan dashboard nasional riset yang memetakan ribuan penelitian di berbagai bidang strategis. 

"Di dashboard itu, kita bisa langsung lihat riset mengenai air, energi, limbah, atau ketahanan pangan dilakukan oleh siapa, di mana, dan dalam konteks apa. Data ini kita kumpulkan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya. 

Dia menambahkan, keberadaan universitas di berbagai daerah membuat riset menjadi lebih kontekstual dengan kebutuhan lokal.

“Perguruan tinggi di pelosok adalah yang paling mengerti kondisi daerahnya—jenis airnya, tantangan lingkungan, dan solusi yang dibutuhkan. Karena itu, kebijakan pemerintah akan jauh lebih efisien jika berbasis pada riset dan data dari mereka,” jelasnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Asing Borong Saham ANTM, ASII, INCO dan PTRO Jelang Rebalancing MSCI dan FTSE
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Airlangga sebut kebijakan insentif otomotif untuk 2026 masih dikaji
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Pasar Logam Melonjak Usai Investor Borong Komoditas di Tengah Gejolak Global
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Besok, Seribu Buruh Bakal Demo di DPR dan Kemnaker
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Cek Bansos PKH 2026: Panduan Pengecekan Secara Online
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.