Minneapolis: Pemerintah Kota Minneapolis pada Rabu, 14 Januari 2026 menuntut agar agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) segera meninggalkan kota dan negara bagian tersebut, menyusul penembakan terhadap seorang warga negara Venezuela oleh seorang agen federal dalam sebuah konfrontasi di Minnesota.
“Pemerintah Kota Minneapolis kembali menuntut agar ICE segera meninggalkan kota dan negara bagian ini,” demikian pernyataan resmi pemerintah kota, dikutip dari Anadolu, Kamis, 15 Januari 2026.
“Kami berdiri bersama komunitas imigran dan pengungsi, ketahuilah bahwa Anda memiliki dukungan penuh dari kami,” tambah pernyataan itu.
Baca Juga :
Agen ICE Kembali Lakukan Penembakan di Minneapolis, Korban TerlukaInsiden itu terjadi setelah seorang agen ICE menembak pria asal Venezuela di bagian kaki. Otoritas federal menyebut penembakan dilakukan dalam situasi pembelaan diri saat upaya penangkapan berlangsung.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan seorang petugas diserang ketika sedang mencoba melakukan penangkapan.
“Serangan terhadap anggota penegak hukum yang berani ini terjadi ketika para pemimpin tertinggi Minnesota, Gubernur Walz dan Wali Kota Frey, secara aktif mendorong perlawanan terorganisir terhadap ICE dan aparat penegak hukum federal,” kata DHS dalam pernyataannya.
Menurut DHS, para agen berusaha melakukan penghentian lalu lintas yang ditargetkan terhadap seorang imigran tanpa dokumen. Individu tersebut dilaporkan melarikan diri menggunakan kendaraan, menabrak mobil yang terparkir, lalu kabur dengan berjalan kaki.
Ketika agen berhasil menyusul, terjadi pergumulan. Pada saat yang sama, dua orang keluar dari sebuah apartemen terdekat dan diduga menyerang petugas menggunakan sekop salju dan gagang sapu, klaim para pejabat.
Merasa keselamatannya terancam, agen tersebut melepaskan satu tembakan untuk membela diri dan mengenai kaki tersangka awal, menurut keterangan DHS.
Baik agen maupun pria yang terluka kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, dua orang lain yang diduga terlibat dalam penyerangan diamankan setelah sempat membarikade diri di sebuah apartemen terdekat.
Pasca-insiden, bentrokan dilaporkan pecah di lokasi antara aparat penegak hukum dan para demonstran. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kembang api diarahkan ke petugas, yang kemudian membalas dengan gas air mata untuk mengendalikan massa.
Penembakan terbaru ini terjadi hanya sepekan setelah seorang agen ICE menewaskan Renee Good, 37 tahun, di Minneapolis. Insiden sebelumnya tersebut memicu gelombang protes besar dan meningkatkan sorotan publik terhadap operasi federal di Minnesota.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F15%2F909665a2a63eb639726630538e5a172d-nestle.jpg)



