Anggota DPR Desak InJourney Hentikan Branding Berlebihan di Bandara yang Kaburkan Identitas Pahlawan Nasional

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, mendesak perusahaan BUMN InJourney untuk tidak melakukan branding berlebihan di sejumlah bandara karena dianggap mengaburkan identitas asli bandara yang mengusung nama-nama pahlawan nasional.

Putra menyampaikan kritik tajam ini dalam rapat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama InJourney dan Kementerian Pariwisata di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis.

Branding Berlebihan Dinilai Abaikan Identitas Sejarah

Putra menyoroti kondisi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menurutnya mengalami pengaburan identitas akibat dominasi tulisan "InJourney Airports" di berbagai sudut bandara.

"Seperti di Bandara Soekarno-Hatta ini, saya melihat banyak sekali tulisan InJourney Airports. Saya bahkan kesulitan mencari tulisan Bandara Soekarno-Hatta yang akhirnya saya dapati di tempat sampah terminal 3 gate 5," ungkapnya.

Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Putra menilai langkah InJourney ini mengabaikan nilai sejarah dari nama-nama bandara yang berasal dari tokoh-tokoh penting bangsa.

"Saya meminta agar InJourney Airports tidak mengaburkan identitas dari seluruh airport di Indonesia yang nama-namanya diambil dari nama pahlawan nasional kita," tegasnya.

Usulan Branding yang Tidak Hilangkan Nama Asli

Putra menyarankan agar InJourney tetap dapat melakukan branding, namun tidak menghilangkan nama asli bandara yang telah melekat dengan identitas pahlawan nasional.

Ia mengusulkan model branding seperti "Bandara International Soekarno Hatta managed by InJourney" atau "Operated by InJourney".

"Dengan model ini maka identitas bandara tidak dikaburkan atau bahkan dihilangkan," ia mengungkapkan.

Menurut Putra, nama-nama seperti Sam Ratulangi (Manado), Tjilik Riwut (Palangka Raya), Hang Nadim (Batam), dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu) adalah bagian penting dari sejarah bangsa yang patut dipertahankan.

Nama-nama tersebut, lanjutnya, bisa menjadi sarana edukatif yang menarik bagi generasi muda di ruang publik seperti bandara.

"Saya berkali-kali memanfaatkan momentum nama bandara ini untuk menjelaskan ke anak-anak tentang identitas para pahlawan nasional yang namanya dijadikan nama bandara. Jangan dong sekarang tulisan InJourney Airports jauh lebih banyak dari nama pahlawan nasional," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KUHP dan KUHAP Baru Digugat, DPR Ingatkan Mekanisme Konstitusional
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Roy Suryo Tak Gentar Lawan Laporan Jokowi Soal Ijazah Palsu Meski Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ajukan RJ!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Catat, Ini Jam Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said, Bakal Berlangsung 3 Bulan
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Isyaratkan Ketegangan Iran Mereda
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Habiburokhman Sebut Vonis Pidana Pengawasan Laras Faizati Bukti KUHP dan KUHAP Baru Berpihak pada Pencari Keadilan
• 44 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.