Viral Guru Dikeroyok Siswa, Legislator: Tak Tampak Akhlak di Dunia Pendidikan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly merasa prihatin dengan menyeruaknya video di media sosial yang merakam seorang guru dan sejumlah murid saling baku hantam.

"Itu sama sekali bukan cerminan akhlak pendidikan yang baik. Tidak tampak adanya empati, akhlak, dan solidaritas yang seharusnya tercermin di dunia pendidikan kita," kata Amure sapaan Andi Muawiyah Ramly kepada awak media, Kamis (15/1).

BACA JUGA: Bismillah, Gaji Guru PPPK Paruh Waktu 2026 Naik 87,5%

Legislator fraksi PKB itu menuturkan sekolah seharusnya menjadi tempat aman untuk membangun karakter.

Sekolah, kata Amure, bukan arena pelampiasan emosi atau konflik yang berujung kekerasan antara guru dan murid.

BACA JUGA: Bupati Aep: Insyaallah Honorarium Guru PPPK Paruh Waktu Tahun Ini Mengalami Kenaikan

Namun, kata dia, kasus perkelahian guru dan sejumlah murid menjadi alarm keras bagi semua bahwa negara jangan hanya mengejar akademik dalam pendidikan.

"Harus serius membangun karakter, kecerdasan emosional, dan etika digital. Jika ruang kelas kehilangan nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan, maka yang kita wariskan adalah kegagalan,” katanya.

BACA JUGA: Dialog Prabowo dengan 1.200 Guru Besar Digelar Tertutup

Amure di sisi lain juga menyoroti aspek etika penggunaan gawai dan media sosial dalam insiden tersebut. 

Dia menyayangkan adanya pihak yang merekam dan menyebarluaskan peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurut Amure, budaya merekam dan memviralkan konflik berpotensi memperkeruh suasana, melukai psikologis semua pihak, serta memberi contoh buruk bagi peserta didik.

“Saya tidak tahu apa motif perekam itu dan mengapa diposting ke media sosial. Kalau ada insiden seperti ini, jauh lebih baik diselesaikan dengan musyawarah, melalui mekanisme sekolah dan orang tua, bukan malah dipertontonkan ke publik,” ujarnya.

Sebelumnya, heboh video yang memperlihatkan seorang guru SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok sejumlah murid, Selasa (13/1).

Terdapat dua versi berbeda terkait kronologi kejadian tersebut. Dari keterangan para siswa, insiden bermula dari ucapan oknum guru yang dianggap merendahkan kondisi ekonomi murid.

Namun, menurut versi sang guru peristiwa pengeroyokan dipicu oleh teguran siswa yang dinilai tidak sopan.

Akibat teguran tersebut, guru bersangkutan mendatangi ruang kelas untuk meminta penjelasan. 

Namun, situasi justru memanas hingga membuat emosi memuncak dan guru tersebut secara refleks menampar salah satu murid. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dubes Kehormatan WHO Yohei Minta Penderita Kusta Tidak Didiskriminasi
• 45 menit lalumetrotvnews.com
thumb
AS Tarik Sebagian Pasukan dari Pangkalan Militer, Invasi ke Iran Tunggu Waktu
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Inara Rusli Ngebet Damai dengan Wardatina Mawa, Minta Bantuan Polda
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Kementerian Pertanian Mulai Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Tito Ingatkan Tak Ada Manipulasi Proyek pada Pemulihan Dampak Bencana
• 19 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.