Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengataskan Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus menunjukkan tingkat yang tinggi berada pada Level III Siaga.
Penindakan dari Badan Geologi menunjukkan bahwa awan panas guguran sering mengarah ke sektor tenggara, dengan jarak luncur yang mencapai 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.
"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," jelas Lana, dilansir dari ANTARA pada Kamis, (15/1/2026).
Selain awan panas, kegempaan Semeru didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan dan tremor harmonik.
"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," katanya.
Berdasarkan pemantuan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis pukul 06.00-12.00 WIB tercatat Gunung Semeru masih didominasi gempa atau erupsi dengan total sekitar 35 kali, satu gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.
Rekomendasi untuk MasyarakatMenanggapi aktivitas yang terus meningkat, status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, pengunjung, serta pendaki, dilarang untuk beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," katanya.
Anjuran yang lebih tegas dikeluarkan bagi masyarakat untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak. Dengan potensi lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas di daerah yang berhulu di puncak gunung, khususnya sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi terjadinya lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Masyarakat dianjurkan untuk tetap waspada dan selalu siap siaga saat hujan atau terjadi aktivitas vulkanik yang lebih intens.




