Penulis: Flavia
TVRINews, Batam
Rumah Tahanan Negara Kelas II A Kota Batam saat ini mengalami kelebihan kapasitas hunian. Jumlah warga binaan yang menempati rutan tersebut jauh melampaui daya tampung ideal yang seharusnya hanya menampung ratusan orang.
Berdasarkan data pihak rutan, saat ini jumlah warga binaan telah mencapai lebih dari 1.000 orang. Kondisi tersebut membuat Rutan Kelas II A Batam berada dalam situasi overkapasitas.
Dari total warga binaan, kasus narkotika masih menjadi perkara yang cukup mendominasi, sementara sisanya merupakan pelaku tindak pidana kriminal umum dengan berbagai jenis kasus.
Meski berada dalam kondisi kelebihan hunian, pihak rutan terus berupaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menerapkan berbagai program pembinaan bagi warga binaan.
Pembinaan yang diberikan meliputi pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian dilakukan melalui kegiatan keagamaan dan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing warga binaan.
Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pemberian keterampilan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa hukuman.
Petugas Pengamanan Rutan Batam, Ahad Riyadi, mengatakan bahwa program pembinaan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan.
“Melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian ini, kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pembekalan positif untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Kamis, 15 Januari 2026.
Editor: Redaktur TVRINews




