TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung di tiga pasar tradisional di Tangerang Selatan, yakni Pasar Ciputat, Pasar Cimanggis, dan Pasar Jombang, kini telah sepenuhnya diangkut oleh petugas kebersihan.
Pantauan Kompas.com menunjukkan tidak ada lagi gunungan sampah di lokasi utama.
Belatung yang sebelumnya menggeliat di antara tumpukan sampah pun sudah tidak tampak, begitu pula bau menyengat yang sempat tercium.
Di ketiga lokasi tersebut, pemerintah setempat juga telah memasang spanduk larangan keras membuang sampah sembarangan.
Selain itu, tenda putih yang difungsikan sebagai pos penjagaan petugas kebersihan didirikan di setiap titik. Namun, fungsi pos penjagaan tersebut belum berjalan optimal.
Baca juga: Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong Masuk Zona Kritis Sampah
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis (15/1/2026), petugas jarang terlihat berjaga di tenda-tenda tersebut sehingga pengawasan tidak berlangsung efektif.
Kondisi ini berdampak pada munculnya kembali tumpukan sampah di beberapa titik lain yang lokasinya tidak jauh dari area awal.
Di kolong Flyover Ciputat, misalnya, sampah kembali terlihat menumpuk dengan jarak hanya sekitar lima meter dari lokasi sebelumnya.
Hal serupa juga terjadi di kawasan sekitar Pasar Cimanggis. Jika sebelumnya sampah menumpuk tepat di depan pasar, kini tumpukan tersebut bergeser ke trotoar kanan dan kiri Jalan Otista Raya, Ciputat.
Baca juga: Pemkot Tangsel Stop Kirim Sampah ke Cileungsi, Menunggu Kepastian Izin Aspex Kumbong
Lokasinya bahkan berada sangat dekat dengan badan jalan yang rusak akibat genangan air yang tak kunjung surut karena saluran yang tersumbat.
Akibatnya, bau tak sedap kembali tercium dan belatung pun kembali muncul.
Petugas Kebersihan Pasar Cimanggis, Udin (70), mengatakan bahwa tumpukan sampah baru tersebut sebagian besar bukan berasal dari pedagang pasar, melainkan dari warga luar yang memanfaatkan area terbuka di pinggir jalan sebagai tempat pembuangan.
“Harusnya mah ditaro di bak sampah. Tapi karena tempat kemarin ditutup, orang-orang jadi buangnya sembarangan di jalan. Itu sampah bukan dari pasar, dari mana-mana aja datangnya,” ujar Udin saat ditemui Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Bekasi Darurat Sampah, Warga Diminta Kendalikan Sampah agar Tak Berakhir di TPA
Seiring berjalannya waktu, kata Udin, tumpukan sampah terus bertambah, terutama pada malam hari.
Kondisi tersebut membuat para pekerja kebersihan kewalahan karena sampah terus menumpuk secara acak tanpa penjagaan di siang hari.





