Grid.ID - Aktris senior Meriam Bellina akan tampil dalam film layar lebar berjudul Titip Bunda di Surga-Mu yang dijadwalkan tayang pada Februari 2026. Film ini menjadi salah satu proyek terbaru yang ia bintangi.
Berbeda dari peran-peran sebelumnya yang kerap identik dengan karakter antagonis, kali ini Meriam memerankan sosok ibu yang protagonis. Ia berperan sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak dengan permasalahan hidup masing-masing.
Terkait citranya yang sering dianggap jahat di layar, Meriam memberikan pandangannya secara santai. "Sebenarnya peranan jahat terus juga enggak ya... cuman mungkin sebagai manusiawi banget, selalu yang lebih diingat itu yang jahat," ujar Meriam Bellina saat berada di kawasan Metrople XXI, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Ia mengaku sering mendapat peran yang justru membuatnya menjadi korban dalam cerita. "Padahal aku sering lho digampar-gampar juga. Sering, sering banget aku dapet tamparan-tamparan juga," ungkapnya.
Namun menurutnya, publik tetap lebih mengingat peran antagonis yang ia mainkan. "Tapi mana ada yang ingat? Selalu ingatnya jahatnya. Tapi enggak apa-apa, itu manusiawi banget," lanjutnya.
Wanita berusia 60 tahu ini juga menceritakan kesan emosional saat menerima proyek film ini. "Perasaan saya mengikuti proyek ini, memerankan seorang Ibu selalu membuat aku tarik napas," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa tarikan napas itu mengandung berbagai perasaan. "Tarik napas itu, ya tarik napas lega, tarik napas berat. Pokoknya semua napas ada di peranan Ibu," katanya.
"Kita juga kalau di rumah atau di kantor atau di manapun, kita kalau ingat Ibu, kita pasti tarik napas. Apapun itu alasannya," lanjutnya. Dengan begitu menurut Meriam, sosok ibu selalu memiliki makna mendalam dalam kehidupan setiap orang.
Menurutnya, film ini mengangkat tema komunikasi dalam keluarga yang sering kali terabaikan. "Film ini menceritakan tentang komunikasi. Komunikasi yang terlantar sebenarnya. Sementara dalam kehidupan, communication is the most important thing," jelasnya.
Meriam menilai, banyak anak yang tanpa sadar mengabaikan komunikasi dengan orang tua. "Tapi ya, jujur, kita sering banget ya... WA-nya Ibu kita abaikan, telepon kita cuekin. Iya kan? Padahal sementara yang diinginkan sama orang tua adalah komunikasi," ungkapnya.
"Nah, cerita ini adalah membuka komunikasi itu. Walaupun dengan cara yang tidak benar," lanjutnya.
Meriam berharap, melalui film ini, hubungan dalam keluarga bisa kembali terjalin dengan hangat. "Tapi ya semoga dengan menonton film ini, komunikasi di antara manusia, terutama anak dan Ibu, terutama keluarga, bisa terbuka dan merasakan kehangatan kembali. Itu sih sebenarnya tujuan film ini," pungkasnya.(*)
Baca Juga: Sinopsis Keluarga Suami Adalah Hama, Meriam Bellina Bakal Jadi Pengganggu di Pernikahan Omar Daniel dan Raihaanun
Artikel Asli



