Banjir Demak Belum Surut hingga Hari Keempat, Warga Pilih Bertahan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Hingga hari keempat, banjir yang merendam Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, belum juga surut. Bahkan, ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan terus meningkat akibat hujan lebat yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada Kamis.

"Ketinggian banjir di kawasan Karanganyar mencapai hingga 80 sentimeter di titik terdalam dan sekitar 70 sentimeter di titik terendah. Air juga sudah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga semakin terbatas," kata Kontributor Metro TV di Demak, Budi Hutomo, dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 15 Januari 2026

Banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang telah berlangsung lebih dari empat hari. Sedikitnya 12 desa terendam, dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 16 ribu jiwa. Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing, karena belum adanya penetapan status tanggap darurat bencana dari Pemerintah Kabupaten Demak.

Hingga Kamis sore, belum terlihat posko pengungsian resmi yang disiapkan pemerintah daerah. Bantuan logistik pun belum disalurkan. Warga di Desa Karanganyar mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih karena aliran PAM terhenti dan sumur pompa terendam banjir. Keterbatasan air bersih dan sulitnya memasak membuat warga juga membutuhkan bantuan makanan siap saji.
 

Baca Juga :

Banjir Rendam 119 Desa di Kabupaten Tangerang


Selain itu, warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal akibat terlalu lama terpapar air banjir. Bahkan, dilaporkan terjadi insiden anak terperosok ke genangan banjir saat bermain di wilayah Kecamatan Mijen. Aparat setempat mengimbau orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak di tengah kondisi banjir yang terus meninggi.

Menurut keterangan di lapangan, banjir belum surut karena saluran pembuangan air menuju sungai dalam kondisi tersumbat. Debit air sungai yang tinggi juga menghambat aliran air dari pemukiman. Curah hujan yang masih tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu memperparah situasi, terlebih Kecamatan Karanganyar merupakan daerah cekungan sehingga air sulit mengalir keluar.

Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah pompa untuk menyedot air dari kawasan permukiman. Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal karena tingginya debit air dan hujan yang terus turun. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah lebih konkret, termasuk membuka posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik, mengingat banjir telah berlangsung berhari-hari tanpa kepastian kapan akan surut.

(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Syahruni Haris Lakukan Kunjungan Kemanusiaan dan Budaya di Sumatera
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik: Fondasi Penting Transisi Energi dan Industri EV Indonesia
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Benarkah Pekerja Informal Tidak Punya Masa Depan?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Ingin Pemanfaatan Mineral Kritis Dipercepat
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Legislator: Kasus Child Grooming Masih Tabu di Indonesia
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.