WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, optimistis terhadap calon petugas haji yang disiapkan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Ia meyakini, metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas yang akan melayani jemaah.
Keyakinan tersebut disampaikan Dahnil saat memberikan arahan apel malam di Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1).
Baca juga : Wamenhaj Pulangkan Enam Calon Petugas Haji yang tidak Jujur Soal Kesehatan
"Saya ingin mengucapkan terima kasih dengan sangat atas wajah-wajah gembira, wajah-wajah ceria, wajah-wajah optimisme dari para petugas haji 2026," kata Dahnil yang sebelumnya disambut yel-yel peserta diklat saat apel malam.
"Penyelenggaraan haji 2026 itu akan jauh lebih baik di tangan Anda semuanya," lanjut dia.
Selama enam hari pelaksanaan diklat sejak 10 Januari, Dahnil mendapat laporan perkembangan positif dari diklat dengan pendekatan baru ini.
Baca juga : Wamenhaj: Haji tanpa Antre Itu Pasti Penipuan
Pendekatan pelatihan semimiliter yang diterapkan, lanjut Dahnil, justru memperkuat disiplin, solidaritas, serta kesiapan mental petugas dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Tidak ada dalam sejarah petugas haji itu dilatih seserius ini, durasi waktunya 20 hari. Dan terus serang kami memang menerapkan semimiliter yang faktanya anda nikmati. Yang faktanya mengembirakan, yang faktanya membuat anda semuanya bisa mengubur ego ke-aku-an," ujarnya.
Dahnil menilai, kehadiran para petugas haji 2026 menjadi bagian penting dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk pertama kakinya penyelenggaraan haji tahun ini dikelola oleh Kemenhaj.
“Berbangga hatilah Anda, Bapak Ibu sebagai fasilitator, karena ini adalah haji pertama yang diselenggarakan oleh institusi, institusi yang dilahirkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk jemaah," kata Dahnil.
Meski memiliki latar belakang dan jabatan berbeda di luar pelatihan, Dahnil menekankan bahwa saat bertugas, seluruh petugas memikul tanggung jawab yang sama besar.
"Amanah dari jemaah haji ini harus kita tunaikan sebaik mungkin," kata Dahnil. (Z-1)




