Resmi, Denza B5 PHEV Bakal Masuk Indonesia

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Teka-teki model baru Denza selanjutnya yang akan hadir di Indonesia tampaknya sudah mulai terbuka. General Manager Asia Pacific Auto Sales Division BYD Auto, Liu Xueliang membeberkan kehadiran SUV hibrida itu ke Tanah Air dalam waktu dekat.

"Memang mengenai waktu dan kapan (akan hadir di Indonesia) belum dapat disampaikan, yang jelas BYD ingin memuaskan konsumen Indonesia. Kami akan memanfaatkan semua inovasi teknologi kami," buka Liu di Zhengzhou, China, Kamis (15/1/2026).

kumparan adalah salah satu dari puluhan media asal Indonesia yang berkesempatan menyambangi fasilitas pengembangan dan penelitian BYD Auto di negara asalnya. Salah satu model yang unjuk kebolehan adalah Denza B5 PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Liu sendiri tak secara gamblang menyatakan bahwa model tersebut yang akan menambah lini Denza di dalam negeri. Namun, pengamatan kami langsung di China, model B5 PHEV yang didemokan sudah menganut setir kanan.

"Apalagi Anda telah melihat fasilitas teknologi kami di sini untuk mengeksplorasi dan merasakan langsung kemampuan DM-i, terutama kemampuannya untuk off road. Jadi sangat mungkin untuk membawa (Denza) B5 (ke Indonesia)," paparnya.

Denza B5 sendiri bukan nama asing bagi pasar domestik Tiongkok, model ini punya nama lain Fangchengbao Bao 5. Untuk pasar internasional, BYD memilih menggunakan jenama premium mereka, Denza untuk identitas barunya.

BYD seolah memberi sinyal bahwa model yang dijumpai langsung di China itu sudah sangat matang untuk diboyong ke Indonesia. Contohnya selain adopsi setir kanan, sistem multimedia dan komputernya turut diubah ke dalam bahasa Indonesia.

Ini bukan sekadar menu generik, melainkan antarmuka yang tampak disiapkan secara spesifik. Sebuah detail kecil yang biasanya hanya muncul pada model yang sedang diproyeksikan atau memang sudah siap untuk pasar tertentu.

Secara teknis, Denza B5 dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road) milik BYD, sebuah arsitektur yang memadukan struktur body-on-frame dengan sistem PHEV. Karakter ini membuatnya berbeda dari SUV elektrifikasi kebanyakan yang masih berbasis monokok.

Sektor dapur pacunya mengombinasikan mesin bensin 1.5-liter turbo dengan dua motor listrik untuk penggerak roda depan dan belakang. Menghasilkan keluaran 600 dk lebih, plus torsi besar yang mendukung akselerasi cepat sekaligus kemampuan melibas medan berat.

Sistem baterainya menggunakan Blade Battery khas BYD, yang memungkinkan jarak tempuh listrik murni sekitar 100 kilometer sebelum mesin konvensional bekerja.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo Siapkan Kebijakan Perlindungan Hak Pasca Perceraian
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Lubis, Bagaimana dengan Roy Suryo?
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Bojan Hodak Sebut Performa Persib Bandung Masih Bisa Ditingkatkan
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Usai Terus Naik, Harga Emas Antam Hari Ini Susut Jadi Rp2.669.000 per Gram
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pakar BRIN Ungkap Bahaya Air Sinkhole: Mengandung Logam Berat dan Bakteri Berbahaya
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.