Pakar BRIN Ungkap Bahaya Air Sinkhole: Mengandung Logam Berat dan Bakteri Berbahaya

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Air dari fenomena sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dipastikan mengandung bakteri serta logam berat yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa air tersebut umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan, sehingga tidak dapat langsung dinyatakan layak konsumsi.

"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," ungkapnya.

Sejumlah warga dilaporkan telah memanfaatkan air dari lubang sinkhole tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang mempercayai bahwa air itu dapat menyembuhkan penyakit.

Namun, otoritas setempat telah melarang pemanfaatan air tersebut guna mencegah risiko kesehatan bagi masyarakat.

Risiko Tinggi di Permukiman Batugamping

Adrin mengingatkan bahwa permukiman yang berada di atas lapisan batugamping (limestone) memiliki risiko lebih tinggi mengalami fenomena sinkhole.

Salah satu tanda awal yang harus diwaspadai masyarakat adalah hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba.

"Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan," ia mengungkapkan.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam memahami dan mengantisipasi terbentuknya sinkhole, terutama di daerah yang secara geologis rawan.

Teknik Cement Grouting untuk Cegah Sinkhole

Menurut Adrin, terdapat metode rekayasa geoteknik yang dapat diterapkan untuk mencegah terbentuknya sinkhole di wilayah batugamping, yaitu cement grouting.

Grouting dilakukan dengan mengisi rongga bawah permukaan menggunakan semen, mortar, atau bahan kimia melalui lubang bor yang dibuat hingga mencapai kedalaman tertentu.

"Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau dengan cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga. Lalu dilakukan pengecekan efektivitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat," jelasnya.

Adrin berharap masyarakat dan pemerintah daerah di kawasan rawan lebih waspada serta menggunakan kajian geologi dan survei geofisika sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang serta mitigasi risiko bencana geologi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Isra Miraj, the Minister of Religious Affairs Emphasizes Ecotheology and Religious Tolerance
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Staff Anak Riza Chalid Beberkan PT OTM Terima Rp 2,9 T Hasil Sewa Terminal BBM
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Dukung Net Zero Emission, Kilang RDMP Balikpapan Siap Produksi BBM Standar Euro 5
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Skrining Penyakit Kusta Masuk Cek Kesehatan Gratis Mulai Tahun 2026
• 16 jam lalukompas.id
thumb
KIP Putuskan Ijazah Jokowi Informasi Publik, Bonatua Silalahi: Kemenangan untuk Publik
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.