Korban Keracunan MBG di Mojokerto Mulai Sembuh

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Sebanyak 408 korban keracunan MBG dari 411 pelajar, santri dan orang dewasa di Kabupaten Mojokerto sudah pulang ke rumah, karena dinyatakan pulih.

Keracunan ini bermula saat mayoritas siswa dan santri menyantap menu MBG berupa soto yang dimasak oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Jumat (9/1/2026) silam.

Namun, gejala keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1) pagi. Mereka mengalami mual, pusing, muntah hingga diare. Terdapat pula keluarga korban atau orang dewasa yang merasakan gejala serupa usai menyantap soto yang dibawa pulang oleh para siswa.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Gizi Nasional (BGN) langsung bergerak melakukan perawatan medis dan  investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab keracunan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis yang maksimal di fasilitas kesehatan sesuai domisili masing-masing. 

Berdasarkan data terkini, Emil membeberkan tren kesembuhan santri jauh melesat naik. Dari 411 orang yang diduga terdampak menu MBG sebelumnya, 408 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

“Angka terakhir resmi yang kami terima ada di angka 411, dan sebagian besar sudah kembali ke rumah. Penanganan medis tentu diberikan yang optimal. Sesuai dengan domisili dari masing-masing penerima manfaat,” ucap Emil.

Kenaikan bertahap korban sebelumnya terjadi sejak tanggal 11 Januari 2025 hingga 14 Januari 2025, dengan total akhir menembus 411 orang. Namun, saat ini mayoritas telah dinyatakan sehat. 

Emil menekankan sisa santri dan pelajar yang masih dirawat tersebut, merupakan pasien yang baru masuk di tahap akhir, bukan pasien lama yang kondisinya tidak kunjung membaik.

“Dari 411 [orang yang dirawat], semua sudah pulang per hari ini bertambah 74, jadi 408 [pasien sudah pulang]. Nah, yang [sisa] tiga ini bisa jadi yang kemarin tanggal 14 [Januari] masuk itu tadi. Jadi, jangan diasumsikan yang tiga ini adalah yang dari awal masuk, enggak sembuh-sembuh,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif dan bentuk pertanggung jawaban, Emil menyatakan aktivitas operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah, Mojokerto, ditangguhkan sementara waktu.

“Tapi kita juga yang tidak kalah penting adalah tentunya memastikan akar masalah ini betul-betul akan diketahui. Karena ini bagian dari kita memastikan bagaimana peristiwa seperti ini bisa kita hindari ke depannya,” tegas Emil.

Lebih lanjut, politikus Demokrat menyatakan Pemprov Jatim menyerahkan sepenuhnya proses pengumuman hasil investigasi dan pemberian sanksi, kepada BGN sebagai pemangku kebijakan program MBG.

“Kita, saya sudah sepakat dengan seluruh entitas bahwa nanti BGN yang akan mengumumkan hasilnya,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geger Kampus Ini Ditutup karena Terima Terlalu Banyak Orang Muslim
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kenali Gejala Prediabetes pada Anak Sebelum Terlambat
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Ungkap Akar Masalah di Balik Maraknya Kebocoran Data
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Ahmad Khozinudin Minta Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Bertobat: Posisi Kalian Sudah Tamat
• 15 menit lalufajar.co.id
thumb
Alasan Presiden Koreksi Desain IKN, Mensesneg: Antisipasi Karhutla
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.