Liputan6.com, Jakarta - Manajer Shipping Business PT Pertamina International Shipping (PIS), Muhammad Umar Said, memberikan kesaksian untuk perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina. Kasus ini menyeret pemilik PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak saudagar minyak Riza Chalid.
Dalam kesaksiannya, dia membantah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara main golf di Thailand seperti yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia berdalih peserta yang mengikuti acara tersebut menanggung biaya masing-masing.
Advertisement
Pengakuan itu bermula saat kuasa hukum beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa tersebut menanyakan perihal undangan dari Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati untuk mengikuti acara main golf di Thailand.
Umar Said memastikan tidak ada undangan dari Dimas dan dipastikan peserta membayar pribadi saat mengikuti main golf tersebut.
"Bapak bilang biaya masing-masing?" tanya Patra.
"Betul," jawab Umar Said.
Patra kemudian bertanya soal komunikasi dengan para pejabat di PIS mengenai rencana main golf yang dibiayai PT JMN atau PT Orbit Terminal Merak (OTM). Umar Said lagi-lagi membantah.
"Pada saat itu, ada enggak rencana bapak ngobrol ke PIS, kita mau golf nanti difasilitasi oleh OTM, enggak perlu bayar, ada enggak?," tanya Patra.
"Tidak ada," jawab Umar Said.
"Tahu enggak anda soal itu?," tanya kembali Patra.
"Tidak ada," tegas Umar Said.
"Dengan petinggi PIS ada rencana itu enggak?" cecar Patra.
"Tidak ada," jawab singkat Umar Said.
Biaya Sempat Disetor Dikembalikan Setibanya di Indonesia
Umar Said mengakui free green fee atau biaya untuk bermain di lapangan golf awalnya dibayar oleh Dimas. Namun, Umar Said menekankan, biaya itu dikembalikan setelah permainan atau sepulangnya ke Indonesia.
"Dikembalikan ya? Yang setahu bapak ya?," tanya Patra.
"Iya," jawab Umar Said.
"Di mana dikembalikannya?" tanya Patra.
"Di Pondok Indah," kata Umar Said.Dia juga menambahkan acara main golf itu tidak hanya melibatkan PT JMN dengan pejabat PIS. Melainkan terbuka untuk umum.
"Boleh enggak kalau yang main saya kebetulan saat itu? Atau emang tertutup?" tanya Patra.
"Silakan pak," jawab Umar Said.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5011930/original/086017500_1732006539-Gonzales.jpg)