Telkomsel mencatat perubahan signifikan pola konsumsi digital selama Ramadan. Data Telkomsel Enterprise menunjukkan trafik digital saat sahur melonjak hingga 87 persen dibanding hari biasa. Waktu antara pukul 03.00 hingga 05.00 ini muncul sebagai prime time baru yang efektif untuk kampanye digital.
Temuan tersebut dirilis dalam whitepaper DigiAds Ramadan Insight 2026 yang disusun berdasarkan analisis perilaku konsumen selama Ramadan 2025. Telkomsel mencatat engagement pelanggan naik 112 persen saat bulan puasa tahun lalu, didorong oleh peningkatan aktivitas media sosial sebesar 3 persen secara tahunan, belanja online 8 persen, dan layanan keuangan digital 8 persen.
"Kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi juga seberapa relevan dan bermakna pesan tersebut bagi audiens," ujar Arief Pradetya, VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, dalam pernyataan resmi, Jumat (6/1).
"Dengan analisis mendalam berbasis data survey dan insight dari basis pelanggan terbesar dan terluas di Indonesia, kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital yang terus berkembang."
Selain sahur, Telkomsel mengidentifikasi dua micro-moment lain dengan trafik tinggi. Periode zuhur pukul 11.00 hingga 14.00 mencatat lonjakan browsing dan media sosial, sementara waktu berbuka puasa pukul 16.00 hingga 19.00 menjadi puncak engagement untuk belanja dan hiburan digital.
Analisis terhadap 8,7 juta klik dan tap kampanye Ramadan 2025 menunjukkan audiens dengan konversi tertinggi didominasi pemeluk Islam sebesar 94 persen. Kelompok ini berasal dari Milenial 39 persen, Gen X 29 persen, dan Gen Z 23 persen.
Konsentrasi audiens terbesar berada di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Sebanyak 58 persen aktif di media sosial, 17 persen rutin berbelanja online, dan 14 persen menggunakan layanan keuangan digital.
Dari sisi belanja, lebih dari 54 persen konsumen meningkatkan pengeluaran dengan nilai rata-rata Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta selama Ramadan. Kebutuhan utama meliputi bahan masak 60 persen dan makanan siap saji 50 persen. Kanal belanja tetap terbagi antara online 64 persen dan offline 36 persen, menunjukkan kebutuhan strategi omnichannel yang konsisten.
Telkomsel mencatat 98 persen brand yang menggunakan solusi DigiAds berhasil mencapai target KPI kampanye Ramadan 2025, dengan peningkatan signifikan pada awareness 86 persen, consideration dan conversion 82 persen, serta advocacy 76 persen. Kampanye e-commerce dengan Click-Through Rate (CTR) tembus di atas 2,50 persen, sementara layanan keuangan mencapai CTR hingga 1,33 persen.
Untuk Ramadan 2026, Telkomsel mendorong pendekatan 360 derajat melalui DigiAds yang mencakup iklan programatik, display, IPTV, pesan bisnis, media sosial, hingga aktivasi offline melalui Posko Mudik Telkomsel. Telkomsel juga menghadirkan kemitraan baru dengan Meta untuk memperluas kemampuan penargetan audiens lintas platform.
Seluruh pengolahan data dilakukan secara agregat dan anonim sesuai prinsip perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.





