Jakarta, VIVA – Bank Sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BOK) memutuskan menahan suku bunga acuan di level 2,50 persen pada Kamis, 15 Januari 2026. Kebijakan menyusul nilai tukar won masih berada di kisaran terlemah dalam 16 tahun terakhir.
Dewan kebijakan moneter BOK secara bulat sepakat mempertahankan suku bunga sejalan dengan ekspektasi 34 ekonom. Saat ini, bank fokus bank sentrak menjaga stabilitas keuangan.
Gubernur Bank of Korea, Rhee Chang-yong, telah memberi sinyal adanya jeda yang lebih panjang dalam siklus suku bunga setelah memangkas suku bunga kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) sejak Oktober 2024. Ia juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta risiko arus keluar dana asing yang membayangi perekonomian Korea Selatan.
“Gubernur Bank of Korea Rhee kemungkinan akan menyampaikan kekhawatirannya terhadap ketidakstabilan keuangan eksternal, sembari dengan tegas menyingkirkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada paruh pertama tahun ini,” ujar analis Citigroup, Kim Jin-wook, dikutip dari CNBC Internsional pada Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menambahkan, Rhee cenderung akan menegaskan kesiapan otoritas valuta asing Korea Selatan untuk mengambil langkah kebijakan yang tegas. Upaya ini demi menstabilkan nilai tukar jika diperlukan, seperti yang dilakukan pada akhir bulan Desember 2025.
Regulator dianggap gagal menstabilkan nilai tukar Won yang terus melemah hingga menjadi salah satu kinerja terburuk di kawasa Asia pada kuartal II-2025. Meskipun faktor eksternal, yakni minat terhadap saham AS di kalangan investor ritel domestik tetap kuat, turut menekan won.
Seiring kondisi eksternal yang masih kurang kondusif, para analis pun merevisi proyeksi kebijakan moneter. BOK diperkirakan penurunan suku bunga pada mundur ke kuartal I-2027, dari sebelumnya diproyeksikan terjadi pada kuartal II--2026.
Analis menilai tkanan inflasi dinilai relatif terkendali. Inflasi utama Korea Selatan diperhitungkan berada di kisaran rata-rata 1,9 persen sepanjang tahun ini atau sedikit di bawah target bank sentral sebesar 2 persen.
Ke depan, pasar akan mencermati pernyataan lanjutan Gubernur Rhee Chang-yong dalam konferensi pers yang akan disiarkan langsung melalui YouTube pada pukul 02.10 GMT. Berdasarkan informasi yang beredar, bos bank sentral Korsel akan merinci arah kebijakan moneter di negara ini saat gejolak global masih berlanjut.




