Kuota Produksi Dipangkas, Vale Jamin Pasokan Nikel untuk Smelter Tetap Aman

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Vale Indonesia Tbk menjamin pasokan nikel untuk smelter di Sorowako, Sulawesi Selatan tetap aman. Hal itu meskipun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengurangi kuota produksi bijih nikel.

“Sorowako 100 persen, nikel matte tidak ada yang berkurang, sesuai dengan plan,” ujar Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Budiawansyah ketika ditemui di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga
  • Eks Bupati Masih Berstatus Saksi dalam Penyidikan Kasus Nikel di Konawe Utara
  • Usut Korupsi Izin Nikel di Konawe Utara, Kejaksaan Geledah Banyak Perusahaan Tambang
  • BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi IUP Nikel Konawe Utara

Budiawansyah menyampaikan bahwa penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah adalah produksi bijih nikel. Tujuan dari penyesuaian produksi bijih nikel, adalah untuk memastikan pasokan nikel sesuai dengan permintaan pasar. Sedangkan, pasokan untuk smelter tetap terjamin, sehingga produksi nikel matte tetap sesuai target. Ke depannya, tutur dia melanjutkan, masih ada periode revisi kuota produksi dan pengajuan kembali apabila dibutuhkan.

“Pemerintah itu cuma berusaha mengelola dulu. Hilirisasinya 100 persen, bijihnya yang disesuaikan,” kata Budiawansyah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026, dengan mekanisme persetujuan RKAB tahunan. Akan tetapi, Budiawansyah belum mengungkap volume kuota produksi nikel yang diberikan oleh pemerintah berdasarkan RKAB tersebut.

RKAB tersebut merupakan hasil revisi dari Kementerian ESDM yang berniat memangkas produksi nikel guna mendongkrak harga komoditas nikel di pasar dunia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno berencana memangkas produksi nikel menjadi sekitar 250–260 juta ton pada 2026, turun dari target produksi dalam RKAB 2025 sebanyak 379 juta ton.

Saat ini, kata dia, harga nikel sudah berada di atas 17 ribu dolar AS per dry metric ton (dmt), naik apabila dibandingkan dengan rata-rata tahun 2025 yang berada di kisaran 14 ribu dolar AS per dmt.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri Agus Lepas Ekspor Coco Shade Karya 18 Napi Lapas Cirebon ke Spanyol
• 21 jam laludetik.com
thumb
Produser Sebut Penunggu Rumah: Buto Ijo, Film yang Ramah Anak dan Keluarga
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Libur Isra Mikraj, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Hari Ini
• 12 jam laludetik.com
thumb
Besok Libur Isra Mikraj, Jakarta Gak Ada Ganjil-Genap
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
Cristian Gonzales Siap Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia Besutan John Herdman jika Dibutuhkan
• 1 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.