Libur long weekend bulan ini dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk berburu wisata edukasi. Planetarium dan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, diserbu pengunjung sejak pagi.
Antrean mengular, sebagian warga bahkan rela menunggu hingga empat jam demi bisa masuk ke wahana edukasi antariksa tersebut.
Pantauan kumparan pada Jumat (16/1) pukul 13.40 WIB di lokasi, antrean tak hanya terlihat di depan loket pendaftaran, tetapi memanjang hingga lobi dan sekitarnya. Lima baris antrean itu mayoritas dipenuhi oleh para orang tua dan anaknya. Petugas keamanan mondar-mandir mengontrol antrean.
Bayu Aji (36), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, datang sejak pukul 10.00 WIB bersama istri dan anak-anaknya. Ia mengaku baru pertama kali mengajak anak-anak ke Planetarium.
“Kalau untuk anak-anak pertama kali ke sini. Ya memang rencananya mau ke Planetarium,” ujar Bayu saat ditemui di antrean.
Bayu mengatakan, ketertarikannya datang ke Planetarium karena ramai dibicarakan di media sosial. Ia ingin anak-anaknya lebih mengenal astronomi.
“Karena ini kan mungkin viral ya. Jadi biar anak-anak lebih tahu astronomi, angkasa. Sambil belajar, sambil bermain,” lanjut dia.
Namun, niat belajar itu harus dibayar dengan kesabaran. Bayu sudah mengantre selama 4 jam dan masih menunggu pembukaan pendaftaran sesi kedua yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
“Saya antre dari jam 10 pagi tadi untuk sesi kedua nanti infonya,” ucapnya.
Selama mengantre, Bayu dan istrinya bergantian menjaga posisi. Ia sempat keluar antrean untuk menunaikan salat Jumat, sementara sang istri menggantikan.
“Keluar masuk, karena kepotong salat Jumat. Istri saya gantian nempatin,” kata Bayu.
Untuk mengatasi anak-anak yang mulai rewel, Bayu mengaku memberikan gawai dan bekal camilan dari rumah.
“Kalau rewel sekali ya kita kasih gadget. Sama makanan, bawa snack dari rumah,” ujarnya.
Antrean panjang juga dirasakan Kesya (27), warga Cibitung. Ia datang sekitar pukul 11.00 WIB dan hingga pukul 13.30 WIB masih berdiri di barisan tanpa nomor antrean.
“Masih, masih mengantre,” katanya.
Kesya menyebut, saat ia tiba, antrean sudah ramai. Bahkan, menurut informasi yang ia dengar, ada pengunjung yang datang sejak pukul 06.30 WIB, meski loket baru dibuka pukul 13.00 WIB.
“Katanya yang paling depan itu datang dari jam 6.30 pagi,” ungkapnya.
Kesya menjelaskan, khusus hari itu tiket hanya dijual secara langsung atau on the spot, tidak melalui pemesanan daring. Hal inilah yang membuat antrean semakin padat.
“Karena khusus hari ini on the spot, enggak bisa online. Biasanya kalau online kan war, tapi enggak pernah dapet,” ujarnya.
Kesya sendiri datang bersama rekan-rekan kerjanya. Ia berprofesi sebagai guru dan mengaku tertarik datang karena ingin merasakan langsung pengalaman di Planetarium sebelum membawa murid-muridnya.
“Rencananya sih kalau misalnya kitanya sudah selesai ini, pengin bawa anak-anak murid ke sini,” tandas dia.
Baik Bayu, maupun Kesya mengaku telah mendapatkan informasi bahwa loket dibuka pukul 13.00 WIB. Namun, mereka memilih bersiaga di antrean beberapa jam sebelumnya.
Pantauan kumparan pukul 14.30 WIB, antrean berkurang dua baris. Tak lagi memenuhi halaman sekitar lobi, namun menyebar di lantai lobi. Sejumlah pengunjung yang mengantre terlihat menikmati makanan selagi menghabiskan waktu.





