MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Program MBG direncanakan berlanjut Ramadan 2026, penting untuk edukasi nutrisi anak saat berpuasa dan menjaga stabilitas energi.
  • Keberlanjutan intervensi gizi ini penting bagi kesehatan anak agar konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh tetap terjaga baik.
  • Anggaran Rp335 triliun untuk MBG menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional dengan melibatkan UMKM penyedia bahan baku pangan.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) direncanakan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026 mendatang.

Sebagian publik beropini bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa dinilai tidak efektif dan kurang relevan dengan jam aktivitas belajar mengajar.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan tersebut kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG hanyalah program sekolah yang sepenuhnya bergantung pada kalender akademik.

Padahal, intervensi gizi tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama bulan Ramadan.

Keberlanjutan distribusi MBG dianggap dapat mencerminkan peran program ini sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.

Edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Muhammad Fajri Adda’i, menyebut kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.

“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik,” kata Fajri dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

“Jadi kita butuh nutrisi yang penting untuk menjaga kemampuan berpikir, kemampuan fisik beraktivitas supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak kekurangan cairan di sekolah, juga mendukung aktivitas sehari-hari selama sepanjang bulan puasa,” imbuhnya.

Pandangan ini, kata Fajri, didasarkan pada prinsip ilmu gizi dan kesehatan anak, bukan pada aspek kebijakan program. Selain itu, MBG juga dinilai akan lebih tepat diberikan pada waktu sahur dibandingkan saat berbuka.

Baca Juga: Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun

Fajri juga menekankan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada murid.

Edukasi sederhana tentang pola makan sehat saat Ramadan dinilai dapat membantu anak menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan gorengan saat berbuka.

“Apa pun bentuk programnya, yang terpenting adalah anak tetap sehat, fokus belajar, dan memiliki kebiasaan makan serta minum yang baik dan bergizi selama bulan puasa,” ucapnya.

Putaran Ekonomi
Tidak hanya untuk memenuhi gizi harian masyarakat, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk program MBG.

Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut juga menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional sekaligus penggerak perekonomian lokal.

Mitra SPPG Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Windra Pricindi Anatasia, mengatakan kebutuhan bahan pangan di dapur SPPG meningkat secara signifikan, sehingga para mitra harus menambah tenaga kerja baru untuk proses pengemasan hingga pengiriman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Senat AS Gagalkan Resolusi Pembatasan Kewenangan Militer Trump di Venezuela dengan Suara Penentu Wakil Presiden
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Danantara Ungkap Alasan Bentuk BUMN Tekstil: Return Rendah tapi Ciptakan Lapangan Kerja Tinggi
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
BPOM Jelaskan Alasan Minta Nestle Tarik Produk Susu Formula Bayi
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Staf Anak Riza Chalid Akui Ada Acara Main Golf di Thailand yang Makan Biaya Rp 380 Juta
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.