TABLOIDBINTANG.COM - Penyanyi dangdut Indonesia, Lissa V, mencatatkan langkah penting dalam kariernya dengan tampil di ajang Mega Wedding yang digelar di Singapore Expo, Singapura, baru-baru ini. Kehadirannya menjadi sorotan karena membawa musik dangdut ke panggung internasional yang dihadiri pengunjung dari berbagai negara Asia.
Keterlibatan Lissa V dalam acara tersebut bermula dari undangan pihak Wedding Expo dan Intermodel Jakarta Jefri Syaiful. Undangan itu membuka kesempatan baginya untuk tampil sebagai pengisi acara hiburan di salah satu pameran pernikahan terbesar di Singapura. “Tentu saja sangat senang dan bangga sekali karena bisa go international, bukan hanya sebagai artis nasional saja,” ujar Lissa V.
Menurutnya, tampil di Singapore Expo memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bernyanyi. Ia menilai ajang tersebut sebagai ruang pertemuan lintas budaya, khususnya dalam mengenal tradisi pernikahan dari berbagai negara, baik secara tradisional maupun modern.
Ia juga menekankan pentingnya penerimaan karya di luar negeri. “Yang paling terpenting untuk saya, karya saya bisa diterima di Singapura dan sudah sampai di pelosok ASEAN. Ke depan, doa saya karya saya bisa sampai di Eropa, Australia, maupun Amerika,” katanya.
Dalam penampilannya, Lissa V membawakan dua lagu. Lagu pertama adalah Kelingan Mantan, single terbarunya yang diciptakan Irul. Lagu kedua berjudul Ngapurane Awakku, karya cipta Lissa V sendiri yang terinspirasi dari pengalaman pribadi dan dirilis pertama kali pada 2022, kemudian diaransemen ulang pada 2025 dengan nuansa ambyaran.
Respons penonton internasional disebut sangat positif. “Mereka menikmati penampilan saya, ikut menyanyikan lagu dan bersorak serta bertepuk tangan,” ungkapnya.
Untuk menjangkau audiens lintas negara, Lissa V mengaku mengikuti tren musik ambyaran yang tengah digemari di Asia, terinspirasi dari musisi seperti NDX AKA, Denny Caknan, dan Happy Asmara.
Penampilan ini juga dinilainya sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar musik ke tingkat internasional. Bahkan, ia membuka peluang kolaborasi dengan musisi luar negeri. “Pengen sih, misalnya perpaduan dengan Alan Walker dengan karakter suara saya yang tinggi,” katanya.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Lissa V juga berprofesi sebagai pengacara. Ia membagi waktu dengan menjadwalkan dunia musik pada akhir pekan, sementara praktik hukum dijalani pada hari kerja. Latar belakang hukum tersebut dinilainya sangat membantu, terutama dalam memahami hak cipta, royalti, dan kontrak kerja.
Ke depan, Lissa V menargetkan lebih banyak kolaborasi nasional dan internasional, serta tengah menyiapkan proyek musik terbaru. Ia pun menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia untuk terus berkarya dan tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.




